Santri Al-Falah Limboto Sampaikan Kultum tentang Pembentukan Takwa di Masjid Al-Istiqlal Botumoputi
- account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
- calendar_month Senin, 23 Feb 2026
- visibility 62
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOTUMOPUTI, Gorutnews.com – Aulia Ramadhani Unonongo menyampaikan kultum di hadapan jamaah salat Tarawih Masjid Al-Istiqlal, Desa Botumoputi, Kecamatan Tibawa, pada Ahad, 22 Februari 2026 bertepatan 5 Ramadan 1447 Hijriah.
Aulia yang merupakan santri Pondok Pesantren Al-Falah Limboto membawakan ceramah berjudul “Puasa dan Pembentukan Karakter Takwa”. Kultum tersebut menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.
Dalam pembukaannya, Aulia mengajak jamaah mensyukuri pertemuan kembali dengan bulan suci Ramadan yang penuh keberkahan, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Ia juga mengingatkan pentingnya meneladani Rasulullah SAW.
“Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, Ramadan adalah madrasah ruhaniyah, kawah candradimuka untuk menempa diri menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Aulia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban puasa agar mencapai derajat takwa. Menurutnya, tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang senantiasa merasa diawasi Allah SWT.
Ia menjelaskan bahwa puasa melatih kejujuran dan disiplin (muraqabah). Saat berpuasa, seseorang bisa saja makan atau minum secara sembunyi-sembunyi, namun tidak melakukannya karena sadar Allah Maha Melihat.
Selain itu, Aulia juga mengingatkan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menjaga lisan, pandangan, pendengaran, dan hati. Ia mengutip hadis riwayat Imam Bukhari tentang ancaman bagi orang yang tetap berdusta saat berpuasa.
“Jangan sampai kita menjadi golongan yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja, tanpa pahala,” tegasnya di hadapan jamaah.
Di akhir kultumnya, Aulia mengajak jamaah menjadikan Ramadan sebagai titik balik kehidupan. Ia berharap nilai-nilai ketakwaan tetap terjaga setelah Ramadan berlalu.
Kultum ditutup dengan doa agar seluruh ibadah puasa, salat malam, dan amal kebaikan diterima Allah SWT. Jamaah pun menyambut tausiah tersebut dengan khidmat dan penuh perhatian.
- Penulis: S. Ishak, S.Pd.SD
- Editor: Redaksi



Saat ini belum ada komentar