Saipul Hemu Apresiasi Swadaya Warga di Festival Apangi: Juara Hanya Reward, Kebersamaan yang Utama!
- account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
- calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
- visibility 79
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
GORUTNEWS.COM, DATAHU – Kepala Desa Datahu, Saipul Hemu, menyampaikan rasa haru dan bangganya atas kemandirian serta kekompakan warganya dalam menyukseskan Festival Apangi dan Kue Tradisional memperingati 10 Muharam 1448 Hijriah di Lapangan Mangga Dua, Desa Datahu, Kabupaten Gorontalo, Rabu (1/7/2026) malam.
Dalam sambutannya, Saipul mengungkapkan bahwa pelaksanaan festival ke-8 ini tidak membebani anggaran desa secara berlebihan. Hal itu dikarenakan seluruh fasilitas stan yang berdiri merupakan hasil swadaya murni dari masyarakat.
“Semua tenda yang 30 ini adalah anggota kelompok buka puasa yang berada di Masjid Al-Bayan. Makanya kami tidak terlalu berat karena memang ini adalah swadaya semua. Ini adalah keikhlasan dari mereka,” ungkap Saipul di hadapan para tamu undangan.
Persahabatan Sejak SD Berbuah Dukungan Penuh
Di panggung utama, Saipul secara khusus memberikan apresiasi mendalam kepada sahabat masa kecilnya, Alex atau yang lebih akrab disapa Om Jo. Ia menyebut sosok Om Jo merupakan salah satu pilar penting di balik layar yang selalu memberikan dukungan total (backup) di setiap kegiatan desa.
“Kenapa kami wabil khususkan kepada beliau, karena setiap agenda yang kami laksanakan, kami selalu dibackup oleh beliau. Kami berteman dari SD, SMP, sampai SMA, tapi nasib kami yang berbeda. Alhamdulillah beliau tidak lupa dengan kebersamaan kami, semua ini atas backup beliau,” kata Saipul penuh haru.
Selain Om Jo, Kades Datahu juga menyapa deretan tokoh penting yang hadir memberikan dukungan langsung. Di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Iskandar Mangopa, Yunus Dunggio, Bapak Faisal, Ustadz Poniman Kadir, Haji Sadrun, hingga aparat kepolisian dari Polres dan Polsek setempat.
Pesan Kades : Jangan bercerai-berai Karena kompetisi
Terkait adanya penilaian stan terbaik dalam festival kue tradisional ini, Saipul Hemu memberikan pesan mendalam kepada seluruh warganya. Ia mengingatkan agar kompetisi tidak merusak silaturahmi yang telah terbangun.
“Ini acara dari kita untuk kita. Maka setelah penilaian itu pasti ada yang menang ada yang kalah. Juara itu hanya reward (hadiah), kebersamaan itu di atas segalanya bagi kami. Jangan gara-gara kejuaraan kita jadi bercerai-berai,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Saipul menyampaikan permohonan maaf jika terdapat kekurangan dalam fasilitas maupun pelayanan dari pihak pemerintah desa dan panitia selama acara berlangsung.
“Kalau ada yang kurang-kurang dalam penyelenggaraan ini, tolong dimaafkan karena manusia itu tempatnya lupa dan salah. Atas nama pemerintah, terima kasih banyak,” pungkas Saipul, sebelum menyerahkan mikrofon kepada Iskandar Mangopa untuk membuka acara secara resmi. (Gorutnews.com)
- Penulis: S. Ishak, S.Pd.SD
- Editor: Redaksi



Saat ini belum ada komentar