Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » 9 Biksu Tewas Ditabrak Bocah 11 Tahun Saat Ritual Jalan Kaki di Thailand

9 Biksu Tewas Ditabrak Bocah 11 Tahun Saat Ritual Jalan Kaki di Thailand

  • account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
  • visibility 120
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MUKDAHAN, Gorutnews.com – Insiden tragis menimpa rombongan biksu di Thailand timur laut pada Kamis, 2 Juli 2026. Seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun dilaporkan menabrakkan sebuah mobil pikap ke arah rombongan biksu yang sedang menjalani perjalanan ritual keagamaan, menyebabkan sembilan orang meninggal dunia dan 13 lainnya mengalami luka-luka.

Melansir CBS News, kecelakaan itu terjadi di Provinsi Mukdahan Province, sekitar 600 kilometer dari ibu kota Bangkok. Saat kejadian, sebanyak 35 biksu dari wilayah tersebut tengah mengikuti perjalanan spiritual sejauh 260 kilometer menuju Ubon Ratchathani Province.

Gubernur Mukdahan, Worrayan Boonnarat, mengatakan lima biksu meninggal di lokasi kejadian. Tiga lainnya sempat dilarikan ke rumah sakit namun tidak tertolong, sementara korban meninggal kesembilan diumumkan beberapa waktu setelah proses penanganan darurat berlangsung.

Selain korban meninggal, otoritas setempat melaporkan 13 biksu mengalami luka-luka dan menjalani perawatan medis. Tiga di antaranya disebut berada dalam kondisi kritis. Rombongan diketahui baru berjalan sekitar 30 menit sebelum kecelakaan terjadi.

Rekaman kamera pengawas yang dibagikan tim penyelamat lokal memperlihatkan para biksu berjalan berbaris di sisi jalan sebelum sebuah mobil pikap tiba-tiba melaju tak terkendali dan menghantam rombongan dari belakang. Polisi menyebut kendaraan terlihat oleng beberapa saat sebelum keluar jalur dan menabrak para korban.

Salah seorang biksu yang selamat, Phra Sompong, menceritakan detik-detik kejadian. Ia mengaku sempat melihat seorang anak mengemudikan mobil pikap mendekati rombongan ketika dirinya sedang melantunkan mantra meditasi Buddha.

โ€œSecara tiba-tiba mobil melaju kencang dan menabrak kami. Beruntung saya dan satu biksu lain sempat melompat menghindar,โ€ ujarnya dalam video yang diunggah tim penyelamat setempat.

Kepolisian Thailand menyatakan anak berusia 11 tahun tersebut kini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan setelah petugas perlindungan anak tiba. Berdasarkan penyelidikan awal, bocah itu diduga mengambil kendaraan pikap milik orang tuanya tanpa izin sebelum kehilangan kendali di jalan.

Komandan Polisi Provinsi Mukdahan, Mayor Jenderal Pairoj Thaiphutsa, mengatakan kendaraan telah diamankan untuk pemeriksaan forensik guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

Polisi juga memanggil kedua orang tua anak tersebut guna menentukan pihak yang bertanggung jawab atas pengawasan anak sebelum proses hukum dilanjutkan. Kepala Kepolisian Kota Mukdahan, Prayut Ruanthongkam, mengonfirmasi pengemudi merupakan anak laki-laki berusia 11 tahun.

Peristiwa ini memicu perhatian luas di Thailand, negara yang mayoritas penduduknya memeluk agama Buddha dan menempatkan para biksu sebagai sosok yang sangat dihormati dalam kehidupan sosial maupun keagamaan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Mukdahan menilai tragedi tersebut menjadi pengingat serius terkait keselamatan berlalu lintas. Thailand selama ini tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia, dipicu berbagai faktor seperti kecepatan berlebih, pengemudi mabuk, hingga lemahnya penegakan aturan jalan raya.

Gubernur Worrayan Boonnarat menegaskan tragedi itu harus menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih memperhatikan keselamatan dan pengawasan terhadap anak guna mencegah kejadian serupa kembali terulang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Terpopuler

  • Aksi Kolonel Erwandarno Turun Langsung Cek Lima Proyek Koperasi Merah Putih di Gorontalo

    Aksi Kolonel Erwandarno Turun Langsung Cek Lima Proyek Koperasi Merah Putih di Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 121
    • 0Komentar

    GORONTALO, Gorutnews.com – Kasiintel Korem 133/NW Kolonel Kav. Erwandarno turun langsung meninjau progres lima proyek Koperasi Merah Putih (KMP) di wilayah Kodim 1304/Gorontalo. Inspeksi pada Kamis (13/11/2025) ini bertujuan memastikan kualitas infrastruktur ekonomi kerakyatan tersebut. Kolonel Erwandarno menegaskan pengawasan ketat ini sebagai wujud komitmen Korem 133/NW dalam mendukung percepatan program KMP. Ia ingin memastikan kelima […]

  • Waspada Terhadap Penipuan Undangan Pernikahan Digital!

    Waspada Terhadap Penipuan Undangan Pernikahan Digital!

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle S. Ishaq, S.Pd.SD
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Baru-baru ini, banyak masyarakat yang menerima pesan WhatsApp mencurigakan berupa file dengan ekstensi .APK bernama “undangan pernikahan”. Modus penipuan ini dirancang untuk mencuri data pribadi dan membobol rekening korban. Pesan undangan pernikahan digital palsu ini muncul di ponsel warga. Alih-alih tautan atau gambar biasa, file ini berukuran besar dan berpotensi memasang aplikasi berbahaya (malware) saat […]

  • Hendra Nurdin dari SDN 8 Kwandang Ditunjuk sebagai Pembawa Acara pada Upacara HUT PGRI ke-80 dan HGN 2025

    Hendra Nurdin dari SDN 8 Kwandang Ditunjuk sebagai Pembawa Acara pada Upacara HUT PGRI ke-80 dan HGN 2025

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 77
    • 0Komentar

    GORUTNEWS.COM, Gorontalo Utara โ€“ Hendra Nurdin, S.Pd, guru SDN 8 Kwandang, kembali dipercaya sebagai pembawa acara pada upacara peringatan HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 tingkat Kabupaten Gorontalo Utara. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Gorontalo Utara dan diikuti oleh ratusan guru dari berbagai wilayah. Penunjukan Hendra sebagai master of ceremony […]

  • Upacara Penutupan Persami KKRI Gelombang III Digelar di Kodim 1314/Gorut Play Button photo_camera 6

    Upacara Penutupan Persami KKRI Gelombang III Digelar di Kodim 1314/Gorut

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Gorutnews.com – Upacara Penutupan Persami Korps Kadet Republik Indonesia Gelombang III TW IV TA 2025 dilaksanakan di Lapangan Makodim 1314/Gorontalo Utara, Desa Botungobungo, Kecamatan Kwandang, Minggu, 14 Desember 2025, pukul 14.00 WITA. Kegiatan ini diikuti 100 siswa SMK se-Kabupaten Gorontalo Utara, terdiri dari SMKN 1 Gorut sebanyak 44 orang, SMKN 4 Gorut 39 orang, SMK […]

  • TMMD Ke 124 Pengecoran Halaman Masjid Al-ikhlas Ombulodata

    Satgas TMMD Kodim 1314/Gorontalo Utara Selesaikan Pembangunan Fasilitas Masjid di Desa Ombulodata

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Gorutnews.com –ย Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1314/Gorontalo Utara bersama warga telah menyelesaikan pembangunan sejumlah fasilitas pendukung Masjid Al Ikhlas di Desa Ombulodata, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara. Fasilitas yang dibangun meliputi MCK, tempat wudhu, fondasi pagar keliling masjid, serta pengecoran halaman masjid. Seluruh pekerjaan fisik telah rampung dan saat ini memasuki […]

  • Tradisi Bakar Batu Pererat Persaudaraan Satgas Yonif 713 Satya Tama dan Warga Ugimba photo_camera 3

    Tradisi Bakar Batu Pererat Persaudaraan Satgas Yonif 713 Satya Tama dan Warga Ugimba

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • account_circle Ibnu Ishaq, S.Pd.SD
    • visibility 30
    • 0Komentar

    INTAN JAYA, Gorutnews.com – Prajurit Satgas Mobile Yonif 713/Satya Tama bersama masyarakat Kampung Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, menggelar tradisi adat Bakar Batu sebagai wujud kebersamaan dan mempererat persaudaraan, Minggu (18/10/2026). Tradisi tersebut menjadi momentum bagi prajurit TNI dan masyarakat setempat untuk berkumpul, berbagi hidangan, serta memperkuat hubungan kekeluargaan di wilayah penugasan. Bagi masyarakat […]

expand_less