Siswa Bakal Belajar di Rumah Lagi? Pemerintah Wacanakan PJJ Mulai April 2026
- account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
- calendar_month Senin, 23 Mar 2026
- visibility 84
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Gorutnews.com – Pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) tengah mewacanakan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa mulai April 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi efisiensi energi nasional.
Menko PMK Pratikno menjelaskan bahwa kebijakan penghematan ini perlu mempertimbangkan pengalaman masa pandemi COVID-19 agar tetap terukur. Hal ini dilakukan untuk menekan mobilitas di berbagai sektor tanpa mengganggu kualitas layanan publik.
“Langkah efisiensi harus disusun secara terukur dan berbasis data konsumsi energi serta tingkat mobilitas di masing-masing sektor,” ujar Menko Pratikno sebagaimana dikutip dari detikEdu, Senin (23/3/2026).
Tetap Ada Tatap Muka untuk Praktikum
Meskipun metode PJJ direncanakan kembali, pemerintah memastikan hal tersebut tidak akan mengganggu proses pembelajaran. Untuk mata pelajaran yang memerlukan praktikum, pemerintah mengarahkan agar tetap dilaksanakan secara tatap muka di sekolah.
Selain sektor pendidikan, strategi penghematan energi ini juga menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui skema kerja fleksibel. Pemerintah juga akan memperkuat pemanfaatan platform digital dan membatasi mobilitas perjalanan dinas lintas instansi.
“Koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci agar kebijakan efisiensi energi dapat berjalan efektif, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal,” tambah Pratikno.
Faktor Krisis Energi Global
Berdasarkan laporan detikEdu, pemerintah saat ini masih mempertimbangkan sejumlah isu strategis terkait rencana ini. Beberapa di antaranya adalah penyesuaian distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa serta mekanisme pembiayaan akses internet.
Langkah penghematan energi ini dipicu oleh pembatasan pasokan minyak global di Selat Hormuz. Kondisi ini juga memaksa negara tetangga seperti Filipina, Thailand, dan Vietnam menerapkan kebijakan serupa, termasuk pemberlakuan empat hari kerja dalam seminggu.
Hingga saat ini, kebijakan belajar di rumah tersebut masih dalam tahap wacana dan memerlukan pembahasan lanjutan sebelum diputuskan secara resmi oleh pemerintah pusat.
Disclaimer: Berita ini disadur dan diolah kembali dari artikel detikEdu berjudul “Mulai April 2026, Pemerintah Wacanakan Siswa Belajar di Rumah” karya Nikita Rosa.
- Penulis: S. Ishak, S.Pd.SD
- Editor: Redaksi



Saat ini belum ada komentar