Buka Konferensi PGRI Anggrek, Sarce Udin Naki Tekankan Solidaritas Guru
- account_circle Ibnu Ishaq, S.Pd.SD
- calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_0
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ILANGATA, GORUTNEWS.COM – Wakil Ketua PGRI Kabupaten Gorontalo Utara, Sarce Udin Naki, mengajak guru memperkuat solidaritas dan menghindari konflik internal saat membuka Konferensi Kerja I PGRI Cabang Anggrek, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan Masa Bakti 2025–2030 tersebut berlangsung di Aula SDN 11 Anggrek, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, dengan mengusung tema “Memperkuat Silaturahmi dalam Mewujudkan Guru Bermutu, Indonesia Maju”. Kegiatan diikuti pengurus dan anggota PGRI setempat.
Dalam sambutannya, Sarce menegaskan bahwa PGRI merupakan organisasi profesi yang harus dibanggakan, dibesarkan, dan didukung seluruh anggota. Menurutnya, organisasi tidak cukup hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi harus menjadi wadah mempererat hubungan dan memperjuangkan kepentingan guru.
“Organisasi kita perlu untuk kita banggakan dan kita besarkan, kita dukung,” tegas Sarce di hadapan peserta konferensi kerja.
Ia mendorong guru yang masih memiliki masa kerja panjang, khususnya anggota muda, agar berani mengambil peran aktif dalam organisasi. Anggota diharapkan tidak hanya bergantung pada pengurus senior, tetapi turut bekerja, belajar, dan berkontribusi sesuai kemampuan.
Sarce juga mengingatkan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang dapat terjadi dalam organisasi. Namun, setiap persoalan harus diselesaikan melalui komunikasi yang baik, musyawarah, dan mufakat, bukan dengan menyebarkan cerita atau menjatuhkan sesama anggota.
“Ketika ada sesuatu hal yang kurang berbeda paham, mari kita selesaikan secara bersama-sama secara mufakat,” ujarnya.
Ia secara khusus mengingatkan anggota agar tidak memperpanjang persoalan melalui WhatsApp maupun media sosial. Menurutnya, saling menyindir dan menyebarkan masalah ke ruang publik justru berpotensi merusak hubungan serta menghambat kerja organisasi.
Selain menjaga solidaritas, Sarce meminta anggota memahami Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PGRI sebagai pedoman bersama. Jika terdapat keputusan atau tindakan yang dianggap tidak sesuai aturan, anggota dapat menyampaikan koreksi melalui mekanisme organisasi secara bertanggung jawab.
Sarce turut mengajak guru muda dan senior saling menghargai pendapat. Baginya, gagasan yang baik harus dipertimbangkan berdasarkan manfaatnya, bukan berdasarkan usia atau kedudukan orang yang menyampaikannya.
Ia berharap Konferensi Kerja I PGRI Cabang Anggrek menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan membangun budaya organisasi yang sehat. Dengan solidaritas, komunikasi terbuka, dan partisipasi anggota, PGRI diharapkan semakin kuat dalam memperjuangkan kepentingan profesi guru.
Penulis Ibnu Ishaq, S.Pd.SD
Ibnu Ishaq, S.Pd.SD., Gr., C.VLD., C.SW adalah seorang pendidik yang memiliki ketertarikan pada jurnalistik, penulisan, dan dunia website. Secara mandiri mengelola beberapa situs, di antaranya Tahuda.com, sebagai media berbagi informasi.



Saat ini belum ada komentar