SDN 16 Anggrek Ukir Prestasi Gemilang di FTBI 2025 Gorontalo Utara
- account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
- calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
- visibility 201
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KWANDANG – Keluarga besar SDN 16 Anggrek kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 tingkat kabupaten yang berlangsung di SMP Negeri 1 Kwandang, Kamis (9/10/2025).
Pada ajang tersebut, Meylani Djafar berhasil meraih Juara 2 kategori Pilu atau dongeng berbahasa daerah tingkat Kabupaten Gorontalo Utara. Prestasi itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah setelah melalui proses pembinaan yang intensif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Rifanli Mohamad Jakaria juga tampil mengesankan mewakili sekolah pada kategori Lohidu atau puisi tradisional Gorontalo. Penampilannya mendapat apresiasi karena mampu membawakan karya dengan penghayatan, artikulasi, serta ekspresi yang baik selama perlombaan berlangsung.
Kepala SDN 16 Anggrek, Wisnawati Abubakar, menyampaikan apresiasi tinggi kepada para guru pelatih yang telah mendampingi siswa hingga mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaik di tingkat kabupaten.
“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada guru pelatih yang telah bekerja penuh dedikasi membimbing siswa. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja sama, ketekunan, dan pembinaan yang konsisten mampu melahirkan hasil membanggakan,” ujar Wisnawati Abubakar.
Menurutnya, sekolah akan terus memberikan dukungan dan ruang apresiasi kepada guru yang aktif mengembangkan potensi peserta didik. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun budaya sekolah yang kreatif, berprestasi, dan berorientasi pada penguatan karakter siswa.
Meylani Djafar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada guru pelatih yang terus memberikan arahan selama persiapan lomba. Ia mengaku dukungan guru membuat dirinya lebih percaya diri ketika tampil membawakan dongeng di hadapan dewan juri.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada guru pelatih yang selalu membimbing saya dengan sabar. Dukungan dan motivasi dari sekolah membuat saya semakin semangat untuk memberikan penampilan terbaik,” ungkap Meylani Djafar.
Hal senada juga disampaikan Rifanli Mohamad Jakaria yang merasa bangga dapat mewakili sekolah pada kategori Lohidu. Ia berharap pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan melestarikan budaya daerah Gorontalo melalui seni sastra tradisional.
Pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 turut mendukung upaya pelestarian budaya Hulonthalo melalui pembelajaran bahasa dan sastra daerah. Kegiatan itu juga menjadi wadah pembentukan karakter sekaligus penguatan identitas budaya generasi muda Gorontalo.
- Penulis: S. Ishak, S.Pd.SD
- Editor: Redaksi



Saat ini belum ada komentar