Sarce Udin Naki Dorong PGRI Perkuat Perjuangan Kesejahteraan Guru
- account_circle Ibnu Ishaq, S.Pd.SD
- calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ILANGATA, GORUTNEWS.COM – Wakil Ketua PGRI Kabupaten Gorontalo Utara, Sarce Udin Naki, menyampaikan pentingnya partisipasi anggota dalam mendukung pendanaan organisasi dan perjuangan kesejahteraan guru saat membuka Konferensi Kerja I PGRI Cabang Anggrek, Kamis (15/10/2026).
Konferensi Kerja I Masa Bakti 2025–2030 tersebut digelar di Aula SDN 11 Anggrek, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara. Forum ini menjadi ruang evaluasi kegiatan 2026 sekaligus pembahasan prioritas program kerja organisasi untuk tahun 2027.
Dalam sambutannya, Sarce menjelaskan bahwa anggota PGRI memiliki hak memperoleh perlindungan serta menyampaikan saran dan pendapat. Di sisi lain, anggota juga mempunyai kewajiban, termasuk membayar iuran dan berpartisipasi dalam kegiatan organisasi.
Ia menyampaikan bahwa besaran iuran anggota telah disepakati menjadi Rp15.000. Menurut penjelasannya, Rp8.000 dari jumlah tersebut tetap berada di tingkat cabang untuk mendukung pengelolaan organisasi dan pelaksanaan program kerja.
Sarce menegaskan bahwa iuran merupakan salah satu bentuk dukungan anggota terhadap keberlangsungan organisasi. Pengelolaannya perlu dipahami bersama agar kegiatan PGRI dapat berjalan dan kebutuhan organisasi di tingkat cabang terpenuhi.
Dalam sambutannya, ia juga menyinggung perjuangan PGRI agar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dapat ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, ia menyebut upaya agar tunjangan tambahan penghasilan guru dapat terintegrasi ke dalam gaji.
Sarce mengajak anggota mendukung perjuangan tersebut melalui keterlibatan aktif dari tingkat cabang hingga ranting. Menurutnya, upaya memperjuangkan kesejahteraan guru tidak hanya menjadi tanggung jawab pengurus pusat atau kabupaten, tetapi membutuhkan dukungan seluruh anggota.
Forum konferensi juga membahas evaluasi program kerja 2026 dan penyusunan rencana 2027. Sarce meminta peserta mempelajari dokumen pembahasan, menyampaikan usulan, dan menentukan prioritas melalui diskusi serta kesepakatan bersama.
Ia menjelaskan bahwa laporan tahun 2026 berisi kegiatan yang telah dilaksanakan oleh kepengurusan, sedangkan pembahasan tahun 2027 diarahkan pada program yang akan direncanakan. Dengan pemisahan tersebut, evaluasi dan perencanaan diharapkan berjalan lebih terarah.
Selain pendanaan organisasi, Sarce membahas pentingnya kesepakatan mengenai bantuan kedukaan bagi anggota. Ia menyebut besaran bantuan dapat berbeda sesuai aturan yang disepakati, sehingga mekanisme dan peruntukannya perlu dipahami agar pelaksanaan bantuan berjalan tertib.
Sarce juga mendorong anggota mendokumentasikan serta mengunggah kegiatan PGRI sebagai bentuk publikasi aktivitas organisasi. Ia berharap keterlibatan anggota, pendanaan yang dikelola sesuai kesepakatan, dan program kerja yang terarah dapat memperkuat organisasi serta mendukung perjuangan profesi guru.
Penulis Ibnu Ishaq, S.Pd.SD
Ibnu Ishaq, S.Pd.SD., Gr., C.VLD., C.SW adalah seorang pendidik yang memiliki ketertarikan pada jurnalistik, penulisan, dan dunia website. Secara mandiri mengelola beberapa situs, di antaranya Tahuda.com, sebagai media berbagi informasi.



Saat ini belum ada komentar