Alumni SDN 16 Anggrek Berkontribusi di Balik Prestasi Adik-Adiknya
- account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
- calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
- visibility 214
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bagi Karang Taruna Desa Putiana, halaman SDN 16 Anggrek bukan sekadar tempat mengenang masa sekolah, tetapi ruang untuk kembali mengabdi kepada adik-adik mereka.
Nirmawati Aswadi, Sri Mulyani Pomalingo, Susanti Kau, Yandri Djafar, dan Ridwan Lawalu merupakan alumni SDN 16 Anggrek yang kembali hadir sebagai pelatih.
Mereka bersama Findriyanti Bobihu, anggota Karang Taruna sekaligus guru SDN 16 Anggrek, turut membimbing siswa menghadapi berbagai kegiatan Pramuka dan gerak jalan Agustus 2026.
Waktu dan tenaga mereka diberikan untuk melatih barisan, membangun kekompakan, mengarahkan gerakan, serta menanamkan semangat kepada siswa yang membawa nama sekolah.
Latihan tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan siswa SDN 16 Anggrek mengikuti kegiatan Pramuka tingkat Kwartir Ranting Kecamatan Anggrek pada 10-13 Agustus 2026 serta lomba gerak jalan pada 17 Agustus 2026.
Di balik prestasi yang diraih siswa, terdapat tangan-tangan para alumni yang memilih kembali mendampingi sekolah tempat mereka dahulu belajar dan tumbuh bersama.
Bagi mereka, membantu adik-adik bukan sekadar menjalankan kegiatan Karang Taruna, tetapi menjadi kesempatan memberikan kembali sesuatu kepada sekolah yang pernah menjadi bagian hidup mereka.

“Sebagai alumni, kami merasa senang bisa kembali ke sekolah dan membantu adik-adik. Dulu kami belajar di sini, sekarang kami ingin berbagi pengalaman kepada mereka,” ujar Yandri Djafar.
Yandri mengatakan, kegiatan melatih siswa juga menjadi pengalaman berharga bagi para alumni karena dapat melihat langsung semangat dan perkembangan adik-adik mereka selama mengikuti latihan.
“Kami berharap adik-adik tetap semangat, disiplin mengikuti latihan, dan jangan mudah menyerah. Apa yang mereka lakukan sekarang bisa menjadi pengalaman yang berguna ke depannya,” katanya.
Kehadiran para alumni membuat hubungan antara sekolah dan masyarakat Desa Putiana terasa semakin dekat melalui kegiatan yang melibatkan pendidikan, kepemudaan, serta kebersamaan.
Hasil latihan itu kemudian terlihat dari prestasi siswa SDN 16 Anggrek yang meraih sejumlah Juara 2 dalam kegiatan Pramuka dan gerak jalan tingkat Kecamatan Anggrek.
Kepala SDN 16 Anggrek, Wisnawati Abubakar, S.Pd., menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada Karang Taruna Desa Putiana yang telah membantu melatih para siswa.
“Terima kasih kepada Karang Taruna Desa Putiana, terutama Nirmawati Aswadi, Sri Mulyani Pomalingo, Susanti Kau, Yandri Djafar, dan Ridwan Lawalu yang sudah meluangkan waktu melatih anak-anak kami,” ujar Wisnawati.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Findriyanti Bobihu yang selain menjadi anggota Karang Taruna Desa Putiana, turut menjalankan perannya sebagai guru SDN 16 Anggrek.
Menurut Wisnawati, dukungan para alumni menjadi bagian berharga dalam membantu sekolah mempersiapkan siswa, terutama ketika mereka harus mengikuti kegiatan yang membutuhkan latihan dan kekompakan.
Pengabdian tersebut terasa semakin bermakna karena para pelatih pernah duduk sebagai siswa di sekolah yang sama, kemudian kembali membawa pengalaman mereka untuk membimbing generasi berikutnya.
Bagi siswa, mungkin para pelatih itu hanya terlihat sebagai orang-orang yang mengajarkan gerakan dan mengatur latihan, tetapi waktu yang mereka berikan menyimpan makna lebih dalam.
Ada kenangan masa sekolah yang kembali hadir ketika para alumni berdiri bersama adik-adiknya, kali ini bukan sebagai siswa, melainkan sebagai orang yang membantu mereka meraih prestasi.
Ketika piala akhirnya berada di tangan siswa SDN 16 Anggrek, ada kebanggaan lain yang ikut tumbuh bagi para alumni yang pernah belajar di sekolah tersebut.
Mereka mungkin tidak berdiri di podium menerima piala, tetapi jejak tangan mereka ada dalam setiap langkah, gerakan, dan semangat anak-anak yang telah mereka latih.
Pengabdian para alumni itu menjadi pesan sederhana bahwa sekolah tidak pernah benar-benar kehilangan murid-muridnya, karena suatu hari mereka dapat kembali untuk menyalakan semangat generasi setelahnya.
- Penulis: S. Ishak, S.Pd.SD
- Editor: Redaksi



Saat ini belum ada komentar