Indah Hentuma: Dulu Tolak Pramuka di SD, Kini Tembus Tingkat Nasional
- account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
- calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
- visibility 69
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Rabu, 2 September 2026, Indah Hentuma kembali menginjakkan kaki di SDN 16 Anggrek. Kedatangannya bukan sebagai siswa, melainkan alumni yang ingin bersilaturahmi dengan guru-gurunya.
Indah merupakan alumni SDN 16 Anggrek tahun 2021. Di sekolah itulah ia pernah belajar, tumbuh, dan mengenal sosok guru yang hingga kini masih dikenangnya.
Kini, Indah duduk di bangku kelas XII SMA Negeri 7 Gorontalo Utara. Di tengah kesibukannya sebagai pelajar, ia menyempatkan diri mengunjungi sekolah yang pernah menjadi bagian penting perjalanan pendidikannya.
Pertemuan tersebut menghadirkan kembali berbagai kenangan masa sekolah dasar. Salah satunya tentang Pramuka, kegiatan yang dahulu justru tidak pernah diikuti Indah selama masih menjadi siswa SDN 16 Anggrek.

Indah sendiri yang menceritakan kembali kisah tersebut kepada para gurunya. Saat masih duduk di bangku SD, Pak Safrudin Talib pernah memintanya mengikuti kegiatan Pramuka.
Namun, ajakan itu tidak langsung mendapat sambutan. Indah mengaku pernah menolak mengikuti kegiatan Pramuka, bahkan ketika Pak Safrudin berusaha membujuk dan memaksanya untuk ikut.
Kenangan itu kini terasa berbeda. Siswa yang dahulu enggan mengikuti Pramuka tersebut justru beberapa tahun kemudian memperoleh kesempatan mengikuti kegiatan kepramukaan berskala nasional.
“Waktu masih SD, saya memang pernah menyuruh Indah ikut Pramuka, tetapi dia tidak mau. Walaupun sudah saya paksa, tetap saja waktu itu dia belum tertarik,” kenang Pak Safrudin Talib.
Bagi Pak Safrudin, perubahan Indah menjadi sesuatu yang membanggakan. Ia melihat perjalanan tersebut sebagai bukti bahwa minat dan potensi seorang anak terkadang tumbuh setelah melewati berbagai pengalaman.
“Sekarang saya justru bangga melihat Indah. Dulu susah sekali diajak Pramuka, tetapi akhirnya bisa mengikuti kegiatan sampai tingkat nasional. Itu menjadi kebanggaan bagi kami sebagai gurunya,” lanjutnya.
Perjalanan Indah di dunia kepramukaan mulai terlihat ketika ia duduk di kelas II SMPN 2 Anggrek (Brighter) pada 2022. Saat itu, ia mendapat kesempatan mengikuti Jambore Nasional XI.
Indah bersama rekan-rekannya bergabung dengan ribuan Pramuka Penggalang dari berbagai provinsi di Indonesia dalam kegiatan Jambore Nasional XI Tahun 2022 di Bumi Perkemahan Cibubur.
Pengalaman tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan Indah. Kegiatan yang dahulu pernah ia tolak ketika SD justru membawanya bertemu dengan banyak Pramuka dari berbagai daerah.
Suhartin Amuntu, salah seorang guru SDN 16 Anggrek yang pernah mengajar Indah, turut merasakan kebanggaan ketika melihat perkembangan mantan siswanya tersebut.
“Kalau mengingat Indah waktu SD, kami tidak menyangka perjalanannya akan sampai seperti ini. Dulu dia tidak terlalu tertarik mengikuti Pramuka, tetapi sekarang justru punya pengalaman yang luar biasa,” ujar Suhartin Amuntu.
Menurut Suhartin, keberhasilan seorang alumni tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya sendiri, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi guru yang pernah mendampingi proses pendidikannya.
“Sebagai guru, tentu kami senang dan bangga. Anak yang pernah kami ajar bisa berkembang, punya pengalaman nasional, dan membawa cerita yang baik ketika kembali mengunjungi sekolah,” katanya.
Perjalanan Indah kemudian berlanjut pada Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka Nasional atau Peran Saka Nasional Tahun 2025 di Bumi Perkemahan Bongohulawa.
Kegiatan tersebut digelar di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, dan resmi berakhir pada Sabtu, 8 November 2025. Ketika itu, Indah telah duduk di kelas XI SMA Negeri 7 Gorontalo Utara.
Keikutsertaan dalam Peran Saka Nasional kembali mempertemukan Indah dengan anggota Pramuka dari berbagai daerah. Pengalaman tersebut melengkapi perjalanan kepramukaannya sejak mengikuti Jambore Nasional XI.
Di hadapan para guru, kisah Indah menjadi cerita menarik tentang perubahan seorang anak. Sesuatu yang dahulu tidak disukai ternyata justru menjadi ruang baginya untuk memperoleh pengalaman dan prestasi.
Kunjungan Indah ke SDN 16 Anggrek akhirnya bukan sekadar agenda silaturahmi. Kehadirannya menghadirkan kembali kenangan masa lalu sekaligus menunjukkan kepada para guru sejauh mana seorang anak didik telah melangkah.
Dari seorang siswi yang dahulu menolak ajakan mengikuti Pramuka, Indah kini tumbuh menjadi pelajar yang telah merasakan pengalaman kepramukaan hingga panggung nasional.
Bagi para guru SDN 16 Anggrek, perjalanan itu menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki waktunya sendiri untuk menemukan minat, keberanian, dan potensi yang mungkin belum terlihat ketika masih duduk di bangku sekolah dasar.






- Penulis: S. Ishak, S.Pd.SD
- Editor: Redaksi



Saat ini belum ada komentar