Ketika Pengabdian Menjadi Ibadah: Serda Jemsi dan Jejak Cinta untuk Rakyat
- account_circle admin
- calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
- visibility 360
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jejak di Tengah Rakyat
Sebagai Babinsa yang membina tiga desa, Jemsi selalu hadir dalam setiap kegiatan masyarakat dari rapat desa, gotong royong, hingga kegiatan olahraga. Ia menjadi penggerak, penyemangat, dan penengah di tengah warga.
“Beliau tidak hanya bicara, tapi memberi contoh,” kata seorang tokoh masyarakat. “Kalau ada warga sakit, beliau datang. Kalau ada masalah kecil, beliau bantu selesaikan dengan cara baik-baik.”
Ketika Tugas Menjadi Ibadah
Dalam setiap langkahnya, Serda Jemsi Rende memaknai tugas bukan sekadar kewajiban, tapi ibadah. Ia memandang rakyat bukan sebagai objek binaan, tapi sebagai keluarga besar yang harus dijaga dan dirawat.
Ketika ada program beras murah, ia ikut turun tangan. Saat anak muda kehilangan arah, ia ajak bermain bola. Dan ketika ada warga kesulitan, ia hadir memberi solusi tanpa pamrih.
“Kalau mereka punya kegiatan positif, mereka tidak akan salah jalan,” katanya. “Saya dulu juga begitu. Bola menyelamatkan hidup saya.”
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar