Luar Biasa! Festival Apangi di Datahu Membeludak, Panitia Sampai Syok Lihat Antusiasme Warga
- account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
- calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
- visibility 36
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
GORUTNEWS.COM, GORONTALO – Pelaksanaan Festival Apangi dan Kue Tradisional dalam rangka memperingati 10 Muharam 1448 Hijriah di Desa Datahu, Kabupaten Gorontalo, sukses menyedot perhatian ribuan warga, Rabu (1/7/2026) malam.
Acara yang digelar di Lapangan Mangga Dua ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan menjadi wadah syiar Islam kreatif yang digagas oleh generasi muda setempat.
Meskipun sempat disebut-sebut telah memasuki tahun kesembilan, panitia pelaksana meluruskan bahwa secara hitungan resmi, ini adalah festival yang kedelapan.
“Sebenarnya harusnya sembilan, tetapi karena sempat ada badai corona (pandemi Covid-19), maka satu tahun itu tidak dihitung. Jadi ini yang kedelapan yang resmi dihitung,” ujar Panitia Festival Apangi, Supriyanto Tuna, saat menyampaikan laporan di panggung utama.
Digawangi Remaja Masjid Al-Bayan
Supriyanto menegaskan, kesuksesan acara ini merupakan buah kerja keras dari remaja Masjid Al-Bayan bersama seluruh tim panitia yang telah mempersiapkan acara sejak jauh hari.
“Saya sendiri hanya berada di belakang layar, sementara yang bekerja penuh adalah teman-teman panitia,” ungkapnya.
Apresiasi tinggi juga disampaikan kepada sejumlah anggota legislatif, aparat keamanan, tokoh masyarakat, sponsor, hingga para jemaah yang terus mendukung agenda tahunan ini.
Tercatat, Festival Apangi tahun ini diikuti oleh 30 stan. Menariknya, peserta tidak hanya datang dari Desa Datahu, melainkan juga dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Tibawa.
Gunakan Konsep ‘Entertainment’ Religius
Panitia sengaja mengemas peringatan 10 Muharam ini dengan konsep festival yang segar agar tidak monoton dan bisa merangkul semua kalangan, termasuk generasi muda.
“Peringatan 10 Muharram ini kami bungkus dalam bentuk festival karena ada unsur entertainment sekaligus religius. Ini bagian dari syiar agama. Kalau hanya monoton ceramah di masjid, biasanya yang hadir terbatas,” jelas Supriyanto.
Strategi ini terbukti ampuh. Anak-anak usia lima hingga enam tahun tampak memadati lokasi dan ikut mendengarkan tausiah yang diberikan.
Pengunjung Membeludak di Luar Ekspektasi
Antusiasme warga yang datang ternyata di luar perkiraan panitia. Kepadatan bahkan sudah terjadi di pintu masuk lokasi festival, di mana warga rela mengantre demi mendapatkan kupon penukaran kue apangi gratis.
“Kami memohon maaf apabila tadi di pintu gerbang terjadi desak-desakan. Jujur kami tidak berekspektasi antusiasme masyarakat akan sebesar ini karena kami tahu di tempat lain juga ada kegiatan serupa,” tuturnya.
Di sela-sela acara, panitia juga menerjunkan tim untuk melakukan penilaian objektif terhadap kreativitas 30 stan peserta festival tanpa adanya intervensi.
Supriyanto berharap kekurangan yang ada pada tahun ini bisa menjadi bahan evaluasi ke depan. Ia berdoa agar Festival Apangi terus konsisten digelar demi memperkuat syiar Islam dan menjaga kebersamaan masyarakat Desa Datahu.
“Kesempurnaan hanya milik Allah, sementara kekurangan tentu berasal dari kami sebagai manusia,” pungkasnya. (Gorutnews.com)
- Penulis: S. Ishak, S.Pd.SD
- Editor: Redaksi



Saat ini belum ada komentar