Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Adat Gorontalo » Tonggeyamo: Ketika Hilal Tidak Hanya Ditentukan oleh Langit, tapi Disepakati oleh Bumi

Tonggeyamo: Ketika Hilal Tidak Hanya Ditentukan oleh Langit, tapi Disepakati oleh Bumi

  • account_circle Mansur Martam
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
  • visibility 88
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap menjelang Ramadhan atau Syawal, umat Islam di berbagai daerah kerap dihadapkan pada perbedaan penetapan awal bulan Hijriah. Ada yang mengikuti rukyat, ada yang berpegang pada hisab, dan tidak jarang perbedaan itu berujung pada praktik ibadah yang tidak serempak. Dalam konteks ini, perdebatan sering bergeser dari persoalan ilmiah ke persoalan otoritas: siapa yang harus diikuti?

Namun di Gorontalo, terdapat sebuah mekanisme kultural-religius yang menarik dan relatif mampu meredam potensi perpecahan tersebut. Tradisi itu dikenal dengan istilah Tonggeyamo.

Antara Langit dan Kesepakatan Sosial

Secara sederhana, Tonggeyamo berarti menunggu dan menyepakati. Dalam praktiknya, masyarakat, pemerintah daerah, ulama, dan lembaga adat bersama-sama menunggu hasil sidang isbat, lalu menerima dan menjalankannya secara kolektif.

Yang menarik, proses ini bukan sekadar kepatuhan administratif kepada negara. Tonggeyamo adalah bentuk internalisasi keputusan keagamaan ke dalam struktur adat dan kesadaran sosial masyarakat.

Dengan kata lain, keputusan tentang hilal tidak berhenti sebagai “hasil sidang”, tetapi menjadi kesepakatan bersama yang hidup dalam budaya.

Integrasi Adat dan Syariat

Tonggeyamo tidak bisa dilepaskan dari falsafah Gorontalo:

Adati hula-hula’a to syara’a, syara’a hula-hula’a to Kitabullah

Falsafah ini menegaskan bahwa adat dan syariat bukan dua entitas yang terpisah, melainkan saling menguatkan. Dalam konteks penentuan awal Ramadhan, hal ini berarti:

  • Syariat memberikan dasar normatif (rukyat, hisab, dalil-dalil agama)
  • Negara memberikan legitimasi formal
  • Adat memastikan penerimaan sosial

Ketiganya bertemu dalam satu titik: kesepakatan kolektif.

Dari Ijtihad Menuju Harmoni

Dalam khazanah fiqh, perbedaan dalam penentuan awal bulan adalah sesuatu yang wajar. Ia lahir dari ijtihad, dari perbedaan metode, bahkan dari perbedaan geografis (ikhtilaf al-mathali’).

Namun Tonggeyamo menawarkan satu langkah lebih jauh:

  • Bukan menghapus perbedaan
  • Tetapi mengelola perbedaan agar tidak menjadi konflik

Di sini, ijtihad tidak dipertentangkan di ruang publik, melainkan “ditenangkan” dalam kesadaran bersama bahwa:

persatuan dalam praktik lebih utama daripada kemenangan dalam perdebatan

Tonggeyamo sebagai Etika Sosial

Lebih dari sekadar mekanisme, Tonggeyamo adalah etika:

  • Etika menahan diri dari sikap tergesa-gesa
  • Etika menghargai otoritas kolektif
  • Etika mendahulukan kebersamaan daripada ego keilmuan

Dalam masyarakat modern yang cenderung individualistik, sikap seperti ini menjadi semakin langka.

Tonggeyamo mengajarkan bahwa kebenaran tidak selalu harus diumumkan secepat mungkin, tetapi kadang perlu disepakati bersama agar membawa ketenangan bersama.

Perspektif Ekoteologi: Menyatukan Langit dan Bumi

Jika dibaca dalam perspektif ekoteologi, Tonggeyamo menghadirkan makna yang lebih dalam.

Penentuan hilal adalah urusan “langit” astronomi, peredaran bulan, visibilitas cahaya. Namun Tonggeyamo menambahkan dimensi “bumi” adat, masyarakat, dan harmoni sosial.

Di titik ini, terjadi penyatuan:

  • Antara kosmos dan komunitas
  • Antara ilmu dan kebijaksanaan
  • Antara wahyu dan budaya

Hilal tidak hanya “terlihat”, tetapi juga diterima secara bersama.

Penutup

Di tengah perbedaan yang kerap menjadi sumber perdebatan, Tonggeyamo menawarkan pelajaran penting: bahwa kesatuan umat tidak selalu harus dibangun dengan menyeragamkan cara berpikir, tetapi bisa diwujudkan dengan menyatukan cara bertindak.

Gorontalo, melalui kearifan ini, seakan ingin mengatakan:

Hilal boleh diperselisihkan di langit, tetapi di bumi, kita tetap berjalan bersama.

  • Penulis: Mansur Martam
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Terpopuler

  • KODIM 1314/GORUT RAMPUNGKAN PEMBANGUNAN SARANA AIR BERSIH DI DESA HUTAKALO

    KODIM 1314/GORUT RAMPUNGKAN PEMBANGUNAN SARANA AIR BERSIH DI DESA HUTAKALO

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Gorutnews.com – Kodim 1314/Gorontalo Utara (Gorut) berhasil menyelesaikan pembangunan sarana air bersih di Desa Hutakalo, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara pada Selasa (31/12/2024). Pembangunan yang dilaksanakan secara swadaya ini merupakan bagian dari Program Unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat dalam mengakses air bersih. Tim yang terdiri dari enam personel Kodim […]

  • SDN 16 Anggrek Raih Banyak Juara, Ada Kisah yang Mengharukan Play Button photo_camera 6

    SDN 16 Anggrek Raih Banyak Juara, Ada Kisah yang Mengharukan

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
    • visibility 148
    • 0Komentar

    PUTIANA – Tidak semua perjuangan anak-anak terlihat ketika mereka berdiri menerima piala. Sebagian justru tersembunyi dalam langkah-langkah kecil yang mereka jalani sebelum kemenangan itu datang. Tahun ini, siswa SDN 16 Anggrek membawa pulang sejumlah prestasi dari kegiatan Pramuka dan gerak jalan tingkat Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara. Pada peringatan Hari Pramuka ke-65, 10–13 Agustus 2026, […]

  • Kasi Intel Kasrem 133/NW Hadiri Upacara Peringatan Harhubnas 2025 di Gorontalo

    Kasi Intel Kasrem 133/NW Hadiri Upacara Peringatan Harhubnas 2025 di Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Gorutnews.com – Komandan Korem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Hardo Sihotang, melalui Kasiintel Kasrem 133/NW Kolonel Kav Erwandarno, menghadiri Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2025 di halaman Kantor Museum Purbakala, Kota Gorontalo, Rabu (17/9). Kehadiran perwakilan Korem 133/NW menegaskan dukungan TNI terhadap sektor transportasi sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah. “Sektor […]

  • Korem 133 NW Gelar Bakti Sosial Jelang HUT ke-68 Kodam XIII Merdeka

    Korem 133 NW Gelar Bakti Sosial Jelang HUT ke-68 Kodam XIII Merdeka

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Gorutnews.com – Korem 133/Nani Wartabone menggelar kegiatan anjangsana dan penyerahan tali asih kepada masyarakat kurang mampu, warakawuri, serta prajurit yang menderita sakit menahun dalam rangka memperingati HUT ke-68 Kodam XIII/Merdeka, Senin (15/6/2026). Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di sejumlah lokasi di wilayah teritorial Korem 133/Nani Wartabone. Melalui kegiatan ini, jajaran Korem menyambangi langsung para penerima bantuan […]

  • PGRI Cabang Anggrek Tampil Memukau pada Lomba Aerobik HUT PGRI ke-80

    PGRI Cabang Anggrek Tampil Memukau pada Lomba Aerobik HUT PGRI ke-80

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 65
    • 0Komentar

    KWANDANG, Gorutnews.com – Lomba aerobik dalam rangka HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025 berlangsung meriah di halaman Kantor Bupati Gorontalo Utara, Ahad (23/11/2025). Cuaca terik membuat area panggung utama menjadi tempat berteduh bagi para peserta dari cabang lain yang menunggu giliran tampil, bergabung dengan para juri yang duduk di atas panggung. Di tengah panas yang […]

  • Sekda Gorontalo Utara Suleman Lakoro Kukuhkan 3 Dewan Hakim MTQ ke-XXII di Desa Putiana

    Sekda Gorontalo Utara Suleman Lakoro Kukuhkan 3 Dewan Hakim MTQ ke-XXII di Desa Putiana

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle S. Ishaq, S.Pd.SD
    • visibility 95
    • 0Komentar

    PUTIANA, Gorutnews.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo Utara, Suleman Lakoro, secara resmi mengukuhkan Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXII tingkat Kecamatan Anggrek. Prosesi khidmat ini berlangsung di Desa Putiana pada Kamis (12/3/2026) malam. Acara pembukaan yang bertepatan dengan malam ke-23 Ramadan 1447 Hijriah tersebut berlangsung meriah. Perhelatan syiar Islam ini diawali dengan parade […]

expand_less