Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Adat Gorontalo » Tonggeyamo: Ketika Hilal Tidak Hanya Ditentukan oleh Langit, tapi Disepakati oleh Bumi

Tonggeyamo: Ketika Hilal Tidak Hanya Ditentukan oleh Langit, tapi Disepakati oleh Bumi

  • account_circle Mansur Martam
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
  • visibility 87
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap menjelang Ramadhan atau Syawal, umat Islam di berbagai daerah kerap dihadapkan pada perbedaan penetapan awal bulan Hijriah. Ada yang mengikuti rukyat, ada yang berpegang pada hisab, dan tidak jarang perbedaan itu berujung pada praktik ibadah yang tidak serempak. Dalam konteks ini, perdebatan sering bergeser dari persoalan ilmiah ke persoalan otoritas: siapa yang harus diikuti?

Namun di Gorontalo, terdapat sebuah mekanisme kultural-religius yang menarik dan relatif mampu meredam potensi perpecahan tersebut. Tradisi itu dikenal dengan istilah Tonggeyamo.

Antara Langit dan Kesepakatan Sosial

Secara sederhana, Tonggeyamo berarti menunggu dan menyepakati. Dalam praktiknya, masyarakat, pemerintah daerah, ulama, dan lembaga adat bersama-sama menunggu hasil sidang isbat, lalu menerima dan menjalankannya secara kolektif.

Yang menarik, proses ini bukan sekadar kepatuhan administratif kepada negara. Tonggeyamo adalah bentuk internalisasi keputusan keagamaan ke dalam struktur adat dan kesadaran sosial masyarakat.

Dengan kata lain, keputusan tentang hilal tidak berhenti sebagai “hasil sidang”, tetapi menjadi kesepakatan bersama yang hidup dalam budaya.

Integrasi Adat dan Syariat

Tonggeyamo tidak bisa dilepaskan dari falsafah Gorontalo:

Adati hula-hula’a to syara’a, syara’a hula-hula’a to Kitabullah

Falsafah ini menegaskan bahwa adat dan syariat bukan dua entitas yang terpisah, melainkan saling menguatkan. Dalam konteks penentuan awal Ramadhan, hal ini berarti:

  • Syariat memberikan dasar normatif (rukyat, hisab, dalil-dalil agama)
  • Negara memberikan legitimasi formal
  • Adat memastikan penerimaan sosial

Ketiganya bertemu dalam satu titik: kesepakatan kolektif.

Dari Ijtihad Menuju Harmoni

Dalam khazanah fiqh, perbedaan dalam penentuan awal bulan adalah sesuatu yang wajar. Ia lahir dari ijtihad, dari perbedaan metode, bahkan dari perbedaan geografis (ikhtilaf al-mathali’).

Namun Tonggeyamo menawarkan satu langkah lebih jauh:

  • Bukan menghapus perbedaan
  • Tetapi mengelola perbedaan agar tidak menjadi konflik

Di sini, ijtihad tidak dipertentangkan di ruang publik, melainkan “ditenangkan” dalam kesadaran bersama bahwa:

persatuan dalam praktik lebih utama daripada kemenangan dalam perdebatan

Tonggeyamo sebagai Etika Sosial

Lebih dari sekadar mekanisme, Tonggeyamo adalah etika:

  • Etika menahan diri dari sikap tergesa-gesa
  • Etika menghargai otoritas kolektif
  • Etika mendahulukan kebersamaan daripada ego keilmuan

Dalam masyarakat modern yang cenderung individualistik, sikap seperti ini menjadi semakin langka.

Tonggeyamo mengajarkan bahwa kebenaran tidak selalu harus diumumkan secepat mungkin, tetapi kadang perlu disepakati bersama agar membawa ketenangan bersama.

Perspektif Ekoteologi: Menyatukan Langit dan Bumi

Jika dibaca dalam perspektif ekoteologi, Tonggeyamo menghadirkan makna yang lebih dalam.

Penentuan hilal adalah urusan “langit” astronomi, peredaran bulan, visibilitas cahaya. Namun Tonggeyamo menambahkan dimensi “bumi” adat, masyarakat, dan harmoni sosial.

Di titik ini, terjadi penyatuan:

  • Antara kosmos dan komunitas
  • Antara ilmu dan kebijaksanaan
  • Antara wahyu dan budaya

Hilal tidak hanya “terlihat”, tetapi juga diterima secara bersama.

Penutup

Di tengah perbedaan yang kerap menjadi sumber perdebatan, Tonggeyamo menawarkan pelajaran penting: bahwa kesatuan umat tidak selalu harus dibangun dengan menyeragamkan cara berpikir, tetapi bisa diwujudkan dengan menyatukan cara bertindak.

Gorontalo, melalui kearifan ini, seakan ingin mengatakan:

Hilal boleh diperselisihkan di langit, tetapi di bumi, kita tetap berjalan bersama.

  • Penulis: Mansur Martam
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Terpopuler

  • Bupati Thariq Modanggu Resmi Canangkan Peringatan HUT Ke-81 RI di Gorut Play Button

    Bupati Thariq Modanggu Resmi Canangkan Peringatan HUT Ke-81 RI di Gorut

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
    • visibility 126
    • 0Komentar

    KWANDANG, GORUTNEWS.COM – Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, resmi mencanangkan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Gorontalo Utara, Senin (3/8/2026). Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Bupati Gorontalo Utara. Pencanangan mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Gorontalo Utara, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat […]

  • Kunker ke Boalemo, Danrem 133/NW Tinjau Lokasi Yon TP 915/Bitu’o

    Kunker ke Boalemo, Danrem 133/NW Tinjau Lokasi Yon TP 915/Bitu’o

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
    • visibility 138
    • 0Komentar

    BOALEMO, Gorutnews.com – Komandan Korem 133/Nani Wartabone, Hardo Sihotang, melaksanakan kunjungan kerja di wilayah Kodim 1316/Boalemo untuk meninjau kesiapan lokasi pangkalan Batalyon Teritorial Pembangunan 915/Bitu’o dan Marseling Area (MA), Jumat (6/3/2026). Peninjauan dilakukan di Stadion Pemuda Tilamuta, Desa Piloliyanga, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo. Lokasi tersebut direncanakan menjadi salah satu pusat penyiapan fasilitas bagi satuan baru […]

  • Dandim 1314/Gorut Hadiri Rapat Ekspedisi Patriot Perdana Bersama Forkopimda

    Dandim 1314/Gorut Hadiri Rapat Ekspedisi Patriot Perdana Bersama Forkopimda

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Gorutnews.com – Letkol Inf Gembong Yudho Sasongko, S.Sos., M.PP., untuk pertama kalinya mendampingi Forkopimda sejak menjabat Dandim 1314/Gorut pada 3 Desember. Ia hadir dalam rapat koordinasi Tim Ekspedisi Patriot 2025 di Aula Tinepo, Jumat (5/12/2025), membahas penguatan kawasan transmigrasi Sumalata. Rapat yang dimulai pukul 14.00 Wita itu turut dihadiri Bupati Gorontalo Utara H. Thoriq Modanggu; […]

  • Tahuda dotcom Buka Kesempatan Guru Menulis Kegiatan Sekolah

    Tahuda dotcom Buka Kesempatan Guru Menulis Kegiatan Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Ibnu Ishaq, S.Pd.SD
    • visibility 42
    • 0Komentar

    TAHUDA.COM membuka kesempatan bagi para guru yang memiliki minat menulis untuk ikut berkontribusi menyampaikan berbagai kegiatan sekolah melalui media online Tahuda.com secara informatif, positif, dan edukatif. Program ini diperuntukkan bagi guru yang ingin mengabadikan kegiatan sekolah, prestasi siswa, aktivitas guru, program pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, hingga berbagai inovasi pendidikan yang dilakukan di lingkungan sekolah. Selain kegiatan […]

  • Danrem 133/NW Pimpin Acara Serah Terima Jabatan Kasrem, dan Kenaikan Pangkat Prajurit, serta Tradisi Satuan
    TNI

    Danrem 133/NW Pimpin Acara Serah Terima Jabatan Kasrem, dan Kenaikan Pangkat Prajurit, serta Tradisi Satuan

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Gorutnews.com – Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 133/Nani Wartabone, Brigjen TNI Hardo Sihotang memimpin upacara gabungan yang meliputi Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Staf Korem (Kasrem) 133/NW, Laporan Korps Kenaikan Pangkat Prajurit, dan Tradisi Satuan Korem 133/NW, bertempat di Aula Kusno Danupoyo Korem 133/NW, Jalan Trans Sulawesi, Desa Tridharma, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo. Rabu (1/10/2025). […]

  • 𝗕𝗼𝘁𝘂𝘄𝗼𝗺𝗯𝗮𝘁𝗼 𝗖𝘂𝗽 𝗜𝗜 𝗨𝟭𝟮 𝗦𝗲𝗹𝗲𝘀𝗮𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝗠𝘂𝗱𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗺𝗯𝗮𝗿𝗮

    𝗕𝗼𝘁𝘂𝘄𝗼𝗺𝗯𝗮𝘁𝗼 𝗖𝘂𝗽 𝗜𝗜 𝗨𝟭𝟮 𝗦𝗲𝗹𝗲𝘀𝗮𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝗠𝘂𝗱𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗺𝗯𝗮𝗿𝗮

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Pertandingan sepak bola U12 Botuwombato Cup II yang berlangsung di Gelora Bung Sem, Desa Botuwombato, telah resmi berakhir (24/09/2024). Kompetisi ini berjalan dengan penuh semangat dan sportivitas, sesuai dengan motto “Junjung Tinggi Sportivitas untuk Membangkitkan Semangat Generasi Muda.” Selama beberapa hari, pertandingan antar klub desa ini menjadi ajang penting dalam membina mental generasi muda dan […]

expand_less