Korem 133 Nani Wartabone Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026
- account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
- calendar_month Senin, 1 Jun 2026
- visibility 89
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABGOR, Gorutnews.com – Korem 133/Nani Wartabone menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Makorem 133/Nani Wartabone, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Senin (1/6/2026).
Upacara berlangsung khidmat dan diikuti para pejabat utama Korem, komandan satuan jajaran, prajurit TNI, serta aparatur sipil negara yang bertugas di lingkungan Makorem 133/Nani Wartabone.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Parsaoran Sirait membacakan amanat tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia di hadapan seluruh peserta upacara.
Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia” sebagai refleksi nilai kebangsaan yang tetap relevan sepanjang zaman.
Melalui tema tersebut, Pancasila ditegaskan tidak hanya berfungsi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi inspirasi dalam membangun perdamaian dan keadilan di tingkat global.
Amanat Kepala BPIP menegaskan bahwa Pancasila merupakan bintang penuntun bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan dunia, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik yang terus berkembang.
Indonesia disebut sebagai contoh nyata keberhasilan mempersatukan keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama dalam satu ikatan kebangsaan yang kokoh berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila.
Selain itu, Indonesia juga dinilai terus menunjukkan kontribusi nyata dalam mewujudkan perdamaian dunia melalui partisipasi pasukan perdamaian, diplomasi internasional, serta dukungan terhadap keadilan bagi bangsa-bangsa tertindas.
Dalam amanatnya, generasi muda diajak menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam tindakan sehari-hari, bukan sekadar simbol atau teks yang terpajang di ruang-ruang formal.
Upacara ditutup dengan ajakan kepada seluruh komponen bangsa untuk terus menjaga, mengamalkan, dan mewariskan nilai-nilai Pancasila agar tetap hidup dalam setiap denyut kehidupan berbangsa dan bernegara
- Penulis: S. Ishak, S.Pd.SD
- Editor: Redaksi



Saat ini belum ada komentar