Cara Mudah Mendeteksi HP Disadap dan Dibajak Peretas
- account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
- calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
- visibility 103
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Meningkatnya aktivitas digital membuat risiko pembajakan ponsel semakin besar. Namun, pengguna dapat melakukan sejumlah langkah sederhana untuk mengetahui apakah perangkat mereka sedang disadap atau diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua informasi yang beredar di media sosial terkait penyadapan ponsel dapat dipercaya. Pemerintah telah mengingatkan agar pengguna lebih berhati-hati dalam menerima informasi semacam itu.
Melalui klarifikasi resmi, Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan bahwa anggapan mengenai tanda garis miring atau angka tertentu pada nomor IMEI sebagai bukti penyadapan merupakan informasi hoaks yang tidak memiliki dasar teknis.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan adalah memeriksa status pengalihan panggilan menggunakan kode USSD melalui aplikasi telepon bawaan pada ponsel.
Pengguna dapat mengetik kode *#21# atau *#62# untuk melihat apakah panggilan, pesan singkat, atau data internet dialihkan ke nomor lain tanpa sepengetahuan pemilik perangkat.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya nomor asing atau status pengalihan yang tidak dikenal, pengguna disarankan segera mengetik kode ##002# untuk menonaktifkan seluruh layanan pengalihan yang aktif.
Selain melalui kode USSD, pemeriksaan juga dapat dilakukan pada akun digital yang terhubung dengan perangkat. Banyak kasus pembajakan justru terjadi pada akun pengguna, bukan pada perangkat fisik itu sendiri.
Pengguna Android dapat membuka menu keamanan pada akun Google dan memeriksa daftar perangkat yang pernah masuk. Jika ditemukan perangkat atau lokasi login yang tidak dikenal, akses tersebut sebaiknya segera dihapus.
Sementara itu, pengguna WhatsApp dapat membuka menu Perangkat Tertaut untuk melihat seluruh sesi yang sedang aktif. Kehadiran perangkat yang tidak pernah digunakan menjadi tanda bahwa akun berpotensi diakses pihak lain.
Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah perubahan perilaku ponsel secara tiba-tiba. Aplikasi mata-mata atau spyware biasanya bekerja diam-diam di latar belakang dan meninggalkan sejumlah tanda khusus.
Baterai yang cepat habis, suhu perangkat yang meningkat tanpa alasan jelas, serta penggunaan kuota internet yang melonjak drastis dapat menjadi indikasi adanya aktivitas mencurigakan pada perangkat.
Pengguna juga perlu memperhatikan kemunculan aplikasi asing yang tidak pernah diunduh sebelumnya. Dalam beberapa kasus, aplikasi berbahaya menyamar dengan nama yang menyerupai aplikasi sistem.
Pada perangkat Android dan iPhone versi terbaru, munculnya indikator kamera atau mikrofon aktif padahal tidak sedang digunakan juga dapat menjadi sinyal bahwa ada aplikasi yang mengakses perangkat tanpa izin.
Jika dugaan pembajakan semakin kuat, langkah pertama yang disarankan adalah mengaktifkan Mode Pesawat untuk memutus koneksi internet yang mungkin dimanfaatkan pelaku dalam mengendalikan perangkat dari jarak jauh.
Selanjutnya, pengguna dapat menghapus aplikasi yang mencurigakan, mengganti seluruh kata sandi akun penting, termasuk email, media sosial, dan layanan perbankan digital yang tersimpan pada perangkat.
Sebagai langkah terakhir, pengguna dapat melakukan factory reset atau mengembalikan ponsel ke pengaturan pabrik. Cara ini dinilai paling efektif untuk membersihkan malware dan spyware yang tersembunyi di dalam sistem perangkat.
- Penulis: S. Ishak, S.Pd.SD
- Editor: Redaksi



Saat ini belum ada komentar