Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Menjelajah Peristiwa Alam, Gaya Bahasa Majas, dan Ragam Kosakata di Sekitar Kita

Menjelajah Peristiwa Alam, Gaya Bahasa Majas, dan Ragam Kosakata di Sekitar Kita

  • account_circle Ibnu Ishaq, S.Pd.SD
  • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
  • visibility 37
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Halo, Adik-adik kelas 5 SD yang luar biasa! Pernahkah kamu memperhatikan keadaan cuaca saat jam istirahat sekolah tiba-tiba berubah gelap, angin bertiup kencang, lalu turun hujan lebat disertai suara petir yang menggelegar? Peristiwa tersebut merupakan contoh kejadian alam yang sering kita temui di lingkungan sekitar kita.

Hari ini, kita akan belajar bersama bagaimana cara menceritakan peristiwa alam yang menarik menggunakan majas, serta memahami penggunaan kosakata denotatif, konotatif, dan kiasan berdasarkan teks bacaan tentang Petir. Yuk, pelajari materinya satu per satu!

BAGIAN 1: Menceritakan Peristiwa Alam Menggunakan Majas

1. Memahami Peristiwa Alam Melalui Teks Eksplanasi

Di sekitar sekolah dan rumah, kita sering menjumpai berbagai peristiwa alam seperti hujan deras, banjir, angin puting beliung, atau petir. Peristiwa-peristiwa ini biasanya dijelaskan menggunakan teks eksplanasi.

  • Sebab: Hal atau proses awal yang menjadi pemicu timbulnya suatu peristiwa (Contoh: ketidakseimbangan muatan listrik di awan).
  • Akibat: Hasil akhir atau dampak yang terjadi dari peristiwa tersebut (Contoh: muncul kilatan cahaya, suara menggelegar, dan sambaran petir ke tempat yang tinggi).

2. Menghidupkan Cerita Alam dengan Majas Personifikasi

Supaya cerita tentang peristiwa alam yang kamu tulis tidak membosankan dan terasa seolah-olah “hidup”, kita bisa menggunakan majas personifikasi.

Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang membuat benda mati atau alam seolah-olah memiliki sifat, perasaan, atau perilaku seperti manusia.

Contoh-contoh yang dekat dengan lingkungan belajar siswa:

  • Contoh 1 (Tentang Angin): “Saat upacara bendera hari Senin, angin kencang tiba-tiba berlari kencang dan meneriaki atap seng sekolah.” (Angin digambarkan bisa berlari dan berteriak seperti manusia).
  • Contoh 2 (Tentang Awan): “Awan mendong berwarna abu-abu berkumpul berbisik-bisik di atas gedung sekolah, bersiap menurunkan butiran hujan.”
  • Contoh 3 (Tentang Matahari): “Matahari pagi tersenyum hangat menyambut kedatangan siswa-siswi yang datang ke gerbang sekolah.”
  • Contoh 4 (Tentang Sungai): “Air sungai di dekat perkampungan mengamuk dan meluap hingga ke jalan raya akibat hujan semalaman.”

BAGIAN 2: Mengenal Kosakata Denotatif, Konotatif, dan Kiasan

Dalam menulis teks tentang lingkungan atau peristiwa alam, pilihan kata (kosakata) sangat penting agar pembaca paham maksud kita. Mari bedah tiga jenis kosakata ini dengan contoh nyata sehari-hari:

A. Kosakata Denotatif (Makna Sebenarnya / Lugas)

Kosakata denotatif adalah kata yang memiliki arti yang sebenarnya atau sesuai dengan yang ada di dalam kamus, tanpa ada tambahan rasa atau kiasan.

  • Contoh di lingkungan sekolah:
  • Kata “bendera” \rightarrow selembar kain merah putih yang dikibarkan saat upacara.
  • Kata “panas” \rightarrow suhu udara yang tinggi saat cuaca terik di lapangan sekolah.

B. Kosakata Konotatif (Makna Tambahan / Kiasan Rasa)

Kosakata konotatif adalah kata yang sudah diberi tambahan rasa, emosi, atau penilaian tertentu oleh pemakainya.

  • Contoh dari teks bacaan:
  • Kata “bergetar” dalam kalimat “Tubuhku bergetar melihat petir yang menyambar itu.” Kata ini tidak sekadar menunjukkan tubuh yang bergerak karena dingin, melainkan menggambarkan rasa takut atau cemas yang sangat mendalam di dalam hati.
  • Contoh lain di sekolah:
  • Kata “kuning” pada kalimat “Wajah Andi kuning karena ketakutan saat namanya dipanggil guru untuk maju ke depan kelas.” (Kuning di sini menggambarkan ekspresi pucat karena grogi).

C. Kosakata Kiasan

Kosakata kiasan adalah penggunaan kata atau kelompok kata yang bukan arti sebenarnya, melainkan sebagai perbandingan untuk memperindah kalimat.

  • Contoh di lingkungan belajar:
  • Kata “buku adalah jendela dunia” \rightarrow artinya dengan membaca buku, kita bisa melihat dan mengetahui banyak ilmu pengetahuan di seluruh dunia (buku bukan jendela rumah yang benar-benar bisa dibuka).
  • Kata “bintang kelas” \rightarrow artinya siswa yang paling pintar atau berprestasi di kelasnya.

LATIHAN SOAL ISIAN DAN KUNCI JAWABAN

Setelah membaca materi di atas, yuk uji pemahamanmu dengan menjawab 10 soal isian (5 soal untuk Tujuan Pembelajaran 1 dan 5 soal untuk Tujuan Pembelajaran 2) di bawah ini!

A. Soal Isian Tujuan Pembelajaran 1 (Peristiwa Alam & Majas)

  1. Teks yang berisi penjelasan mengenai proses sebab dan akibat dari suatu peristiwa alam disebut teks…
  2. Berdasarkan teks bacaan, petir terjadi karena adanya ketidakseimbangan muatan listrik di dalam…
  3. Gaya bahasa yang membuat benda mati atau gejala alam seolah-olah bernyawa dan bertingkah laku seperti manusia dinamakan majas…
  4. Buatlah satu kalimat pendek tentang peristiwa alam “hujan” yang menggunakan majas personifikasi!
  5. Apa akibat atau dampak yang dapat ditimbulkan jika muatan negatif pada awan semakin besar dan terjadi loncatan muatan ke bumi?

B. Soal Isian Tujuan Pembelajaran 2 (Denotatif, Konotatif, & Kiasan)

  1. Apa nama kosakata yang memiliki arti sebenarnya atau sesuai dengan makna kamus tanpa tambahan rasa?
  2. Di dalam teks percakapan tentang petir, kata “bergetar” digunakan untuk menggambarkan rasa… yang sangat mendalam.
  3. Perhatikan kalimat ini: “Rian dikenal sebagai kutu buku di perpustakaan sekolah.” Arti dari kosakata kiasan kutu buku adalah…
  4. Sebutkan perbedaan mendasar antara kata bermakna denotatif dan konotatif!
  5. Buatlah sebuah contoh kalimat sederhana menggunakan kata “panas” yang memiliki makna denotatif (sebenarnya)!

KUNCI JAWABAN LATIHAN SOAL

Kunci Jawaban Tujuan Pembelajaran 1:

  1. Eksplanasi
  2. Awan (atau antara awan dan bumi)
  3. Personifikasi
  4. Contoh jawaban: “Titik-titik air hujan berlomba-lomba jatuh membasahi genting sekolah.” (Kebijakan guru jika bentuk kalimatnya sesuai majas personifikasi).
  5. Terjadi sambaran petir yang disertai kilatan cahaya terang dan suara menggelegar kencang.

Kunci Jawaban Tujuan Pembelajaran 2:

6. Denotatif (atau makna lugas/sebenarnya)

7. Takut atau cemas

8. Anak yang sangat rajin membaca buku

9. Denotatif adalah makna asli/sebenarnya sesuai kamus, sedangkan konotatif adalah makna kata yang mengandung tambahan rasa, emosi, atau kiasan tertentu.

10. Contoh jawaban: “Ibu memasak air di atas kompor yang menyala hingga airnya terasa panas.” (Atau kalimat lain yang menggunakan kata panas sesuai suhu nyata).

Penulis

Ibnu Ishaq, S.Pd.SD., Gr., C.VLD., C.SW adalah seorang pendidik yang memiliki ketertarikan pada jurnalistik, penulisan, dan dunia website. Secara mandiri mengelola beberapa situs, di antaranya Tahuda.com, sebagai media berbagi informasi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Terpopuler

  • Korem 133/NW Gelar Pembinaan Rohani Islam Lewat Zoom Disbintalad

    Korem 133/NW Gelar Pembinaan Rohani Islam Lewat Zoom Disbintalad

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Gorutnews.com – Korem 133/Nani Wartabone (NW) bersama Persit Kartika Chandra Kirana mengikuti pembinaan rohani Islam yang digelar Direktorat Pembinaan Mental Angkatan Darat (Disbintalad) secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis, 21 Agustus 2025. Kegiatan yang juga berlangsung serentak di seluruh satuan TNI AD itu mengusung tema “Penguatan Nilai-Nilai Mental Rohani Islam dalam Membangun Kehidupan yang Sakinah, […]

  • Satu Bulan Jembatan Molalahu Ambruk, Kades Haris Habi Gandeng Brimob Percepat Perbaikan

    Satu Bulan Jembatan Molalahu Ambruk, Kades Haris Habi Gandeng Brimob Percepat Perbaikan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
    • visibility 62
    • 0Komentar

    PULUBALA, Gorutnews.com – Pemerintah Desa Molalahu, Kecamatan Pulubala, mengambil langkah inisiatif cepat dengan menggandeng Satuan Brimob Polda Gorontalo untuk memperbaiki jembatan desa yang ambruk sejak 29 Desember 2025 lalu. Langkah ini diambil demi menyelamatkan akses satu-satunya bagi ratusan jiwa di wilayah tersebut. Kepala Desa Molalahu, Haris Habi, mengungkapkan bahwa perbaikan secara gotong royong ini telah […]

  • Aturan Terbaru 2026: Transformasi Karakter Melalui Upacara Bendera

    Aturan Terbaru 2026: Transformasi Karakter Melalui Upacara Bendera

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Pemerintah resmi menerbitkan aturan baru mengenai kewajiban pelaksanaan upacara bendera di seluruh sekolah dan satuan pendidikan keagamaan. Kebijakan ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat karakter murid di Indonesia melalui penanaman kedisiplinan dan rasa tanggung jawab. Landasan Hukum dan Waktu Pelaksanaan Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Bersama (SEB) antara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri […]

  • Progres RTLH TMMD Kodim 1314/Gorut, Rumah Bapak Yunus Podu Masuki Tahap Akhir

    Progres RTLH TMMD Kodim 1314/Gorut, Rumah Bapak Yunus Podu Masuki Tahap Akhir

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Gorutnews.com – Progres pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Yunus Podu dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 terus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Saat ini 19 Mei 2025, pekerjaan telah mencapai tahap akhir, tinggal plester dinding luar serta pemasangan daun pintu dan jendela. Di balik cepatnya progres pembangunan ini, terdapat sosok Serka […]

  • Patroli Antisipasi Bangsit, Koramil Atinggola Libatkan Banser dan Komcad

    Patroli Antisipasi Bangsit, Koramil Atinggola Libatkan Banser dan Komcad

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Gorutnews.com – Anggota Koramil 1314-02/Atinggola melaksanakan patroli antisipasi perkembangan situasi (Bangsit) pada Kamis (2/10/2025) malam. Kegiatan dimulai pukul 20.00 WITA dengan menyisir sejumlah titik rawan di wilayah binaan. Patroli ini melibatkan Babinsa Koramil 02 Atinggola, anggota Komponen Cadangan (Komcad), serta Banser. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan sinergi yang solid dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat […]

  • 98 Orang Peserta Calon Komcad Lulus Kesehatan Berangkat dari Korem 133/NW

    98 Orang Peserta Calon Komcad Lulus Kesehatan Berangkat dari Korem 133/NW

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 76
    • 0Komentar

    GORONTALO, Gorutnews.com – Sebanyak 98 orang peserta calon Komponen Cadangan (Komcad) berhasil melewati tahap tes kesehatan dan diberangkatkan dari Korem 133/Nani Wartabone menuju Kodam XIII/Merdeka. Keberangkatan ini menandai langkah awal mereka untuk mengikuti pendidikan dasar militer dalam rangka pembentukan Komcad. Para peserta yang lolos ini telah melalui serangkaian seleksi ketat, termasuk pemeriksaan Administrasi dan kesehatan […]

expand_less