Mohudu Tunggudu Arab-Gorontalo, Tradisi Seruan Bilal Sebelum Khutbah
- account_circle Ibnu Ishaq, S.Pd.SD
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 39
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mohudu Tunggudu atau Taa Mohudu Tunggudu merupakan salah satu tradisi keagamaan masyarakat Gorontalo berupa seruan yang disampaikan seorang Bilal kepada jemaah sebelum khatib naik ke mimbar.
Tradisi ini menggunakan perpaduan bahasa Arab dan bahasa Gorontalo. Isinya mengingatkan jemaah tentang keutamaan hari Jumat serta adab ketika mendengarkan khutbah.
Dalam pelaksanaannya, Mohudu Tunggudu menjadi bagian dari penyampaian pesan keagamaan yang diwariskan secara lisan. Tradisi ini juga memperlihatkan perpaduan ajaran Islam dengan penggunaan bahasa daerah Gorontalo.
Mengenal Mohudu Tunggudu
Mohudu Tunggudu merupakan sebutan dalam bahasa Gorontalo untuk tugas Bilal yang menyampaikan seruan atau peringatan kepada jemaah sebelum khatib naik ke mimbar, terutama pada pelaksanaan salat Jumat maupun salat Idulfitri dan Iduladha.
Penyampaian naskah ini diawali dengan seruan kepada kaum muslimin, dilanjutkan riwayat hadis, penjelasan mengenai keutamaan hari Jumat, serta nasihat agar jemaah menjaga ketenangan selama khutbah berlangsung.
Keunikan Mohudu Tunggudu terletak pada penyampaian kalimat berbahasa Arab yang kemudian diikuti terjemahan atau penjelasan menggunakan bahasa Gorontalo. Dengan demikian, pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh masyarakat setempat.
Naskah Mohudu Tunggudu Arab-Gorontalo Sholat Jum’at
Berikut naskah Mohudu Tunggudu yang dikutip dari seorang guru di Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, bernama Ibrahim Buni.
1. Pembukaan
يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِينَ
Woi ambuwa lo ta Isilamu.
وَزُمْرَةَ الْمُوَحِّدِينَ، رَحِمَكُمُ اللَّهُ
Woi ambuwa lo ta ito moti tuwawu ode Eya.
2. Riwayat Hadis
رُوِيَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
Riwiyati li Abi Hurairah tiyo ta ilo reda olo Eya.
أَنَّهُ قَالَ
Bahwasanya tiyo lolo’iya.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Lo’iya liyo Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam.
3. Keutamaan Hari Jumat
إِنَّمَا يَوْمُ الْجُمُعَةِ
Tutuliyotutu dulahu Jumati botiya.
سَيِّدُ الْأَيَّامِ
Ta’uwa liyo lo dulahu hiyambola ta’uwa lo dulahu wolomo.
وَحَجُّ الْفُقَرَاءِ
Po hajiya lo ta fakiru.
وَعِيدُ الْمَسَاكِينِ
Waw dulahu buka liyo lo ta miskini.
وَالْخُطْبَةُ فِيهَا مَكَانَ رَكْعَتَيْنِ
Waw khutuba boyito wantho-wanthohe tabiya dulo raka’ah.
4. Adab Ketika Khatib Berkhutbah
فَإِذَا صَعِدَ الْخَطِيبُ عَلَى الْمِنْبَرِ يَخْطُبُ
Totonggadu ti hatibi mobotula mao ode mimbaru lo motitalu mo hutuba.
فَلَا تَتَكَلَّمُوا
Didumowali he lolo’iyawa ngota limongoli.
وَمَنْ تَكَلَّمَ مِنْكُمْ
Titalotita ta molo’iya ngota liyo.
فَقَدْ لَغَا
Tutuliyotutu tio sia-sia.
وَمَنْ لَغَا فَلَا جُمُعَةَ لَهُ
Titalotita ta sia-sia, diyalu jum’atiliyo.
5. Penutup
فَأَنْصِتُوا
Bomo tipo’oyo mola
وَاسْمَعُوا
Bo mo dungohe mola
وَأَطِيعُوا
Bo mo ta’ati mola
رَحِمَكُمُ اللَّهُ
Potala bolo ma hiya mayi lo Allah Ta’ala, rahmati ito.
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Menjaga Warisan Keagamaan dan Bahasa Daerah
Keberadaan Mohudu Tunggudu menjadi bagian dari kekayaan tradisi keagamaan masyarakat Gorontalo. Penggunaan bahasa daerah dalam penyampaian pesan Islam menunjukkan bagaimana ajaran agama disampaikan dengan pendekatan bahasa dan budaya masyarakat setempat.
Pendokumentasian naskah seperti ini penting dilakukan agar generasi muda dapat mengenal, mempelajari, dan meneruskan tradisi yang telah hidup di tengah masyarakat.
Naskah ini bersumber dari keterangan Ibrahim Buni, seorang guru di Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara. Penulisan bahasa Gorontalo mengikuti naskah yang disampaikan, sehingga perlu dilakukan verifikasi bersama penutur atau pelaku tradisi untuk penyempurnaan ejaan dan pelafalannya.
Penulis Ibnu Ishaq, S.Pd.SD
Ibnu Ishaq, S.Pd.SD., Gr., C.VLD., C.SW adalah seorang pendidik yang memiliki ketertarikan pada jurnalistik, penulisan, dan dunia website. Secara mandiri mengelola beberapa situs, di antaranya Tahuda.com, sebagai media berbagi informasi.



Saat ini belum ada komentar