Siswa SDN 16 Anggrek Pelajari Sejarah Kolonial Lewat Kunjungan Edukasi di Benteng Orange
- account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
- calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
- visibility 157
- comment 0 komentar
- print Cetak

Potret kebersamaan rombongan SDN 16 Anggrek di gerbang utama Fortje Leiden (Benteng Orange). Kunjungan ini bertujuan menanamkan rasa cinta budaya sejak dini sekaligus memberikan pengalaman belajar luar kelas yang menyenangkan dengan pemandangan alam perbukitan Kwandang
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TOMILITO, Gorutnews.com – Siswa SDN 16 Anggrek melaksanakan kegiatan field trip edukatif ke situs cagar budaya Benteng Orange di Desa Dambalo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara pada Kamis, 7 Mei 2026.
Kegiatan luar kelas ini bertujuan untuk memperkenalkan sejarah lokal secara nyata kepada para siswa. Langkah tersebut diambil agar peserta didik tidak hanya sekadar menghafal teori sejarah melalui buku teks saja.
Kepala Sekolah SDN 16 Anggrek, Ibu Wisnawati Abubakar, memimpin langsung rombongan menuju benteng yang terletak di atas Bukit Arang tersebut. Kehadiran mereka merupakan bentuk komitmen sekolah dalam menghadirkan metode pembelajaran yang inovatif.

Siswa-siswi SDN 16 Anggrek saat melakukan field trip edukatif di dinding bersejarah Benteng Orange (Fort Oranje), Kwandang. Melalui kunjungan ini, para siswa diajak mengenal lebih dekat arsitektur kolonial dan jejak sejarah masa lalu yang menjadi bagian dari cagar budaya nasional
Para siswa terlihat antusias menelusuri dinding pertahanan yang telah berdiri sejak tahun 1630. Guru pembimbing menjelaskan bahwa situs ini dulunya dibangun Portugis sebagai pusat pertahanan untuk mengontrol jalur rempah.
Peserta didik juga mempelajari teknik konstruksi unik bangunan yang menggunakan material alami. Campuran batu karang, pasir, kapur, serta perekat dari getah pelepah daun rumbia menjadi fokus perhatian utama dalam pengamatan tersebut.
Kunjungan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi sejarah sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap warisan budaya. Selain aspek kognitif, siswa diajak mengapresiasi keindahan alam serta menjaga kebersihan lingkungan di situs bersejarah.
Pihak SDN 16 Anggrek berencana menjadikan agenda wisata edukasi ini sebagai program rutin tahunan. Upaya tersebut dilakukan guna memastikan akar budaya tetap hidup dan lestari dalam ingatan generasi muda daerah.
- Penulis: S. Ishak, S.Pd.SD
- Editor: Redaksi



Saat ini belum ada komentar