Solidaritas PGRI Cabang Anggrek Melepas Kepergian Sosok Pendidik yang Gugur Usai Bertugas
- account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
- calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
- visibility 173
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HELUMO, Gorutnews.com – Duka mendalam menyelimuti dunia pendidikan di Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, setelah seorang guru SDN 9 Anggrek, Hasnia Lahmudin, meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal di ruas jalan menurun Desa Helumo, Kamis (21/05/2026) sekitar pukul 12.30 WITA.
Peristiwa memilukan itu terjadi saat almarhumah pulang dari sekolah bersama rekan sejawatnya, Rixon Tahir, usai menjalankan tugas mengajar. Keduanya melintasi jalur pegunungan dengan kondisi jalan rabat beton menurun yang setiap hari dilalui para guru demi mendidik anak-anak di pelosok Kecamatan Anggrek.
Sebelum melintasi jalan menurun yang dikenal cukup ekstrem tersebut, sepeda motor yang dikendarai Rixon Tahir sempat mengalami gangguan pada bagian Brake Arm. Kendaraan kemudian diperbaiki di tengah perjalanan dan setelah dianggap kembali normal, keduanya melanjutkan perjalanan pulang menuju Desa Helumo.
Hasnia Lahmudin diketahui memiliki sepeda motor pribadi, namun belum dapat mengendarainya sendiri. Selama ini, ia biasa diantar jemput oleh rekan guru PAUD. Dalam dua hari terakhir, almarhumah menumpang bersama Rixon Tahir agar tetap dapat menjalankan tugas sebagai pendidik di daerah terpencil.
Kepala SDN 9 Anggrek, Risna Panju, saat itu berada lebih dahulu di depan. Ia mengaku sempat terkejut ketika melihat sepeda motor yang dikendarai Rixon melaju cukup cepat hingga melambung kendaraannya di jalan menurun yang sebagian kondisi cor jalannya mulai rusak.
Menurut Risna, cara berkendara seperti itu tidak biasa dilakukan Rixon sehingga sempat menimbulkan kekhawatiran. Tidak lama berselang, keduanya dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal di ruas jalan menurun Desa Helumo.
Berdasarkan informasi yang diterima, sepeda motor tersebut menabrak tiang di sisi jalan. Benturan keras menyebabkan Hasnia Lahmudin terlempar cukup jauh ke area kebun dengan kondisi tanah miring ke bawah, sementara Rixon Tahir mengalami benturan pada bagian bahu kiri dan pinggang.
Hasnia Lahmudin dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, Rixon Tahir sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Anggrek sebelum kemudian dijemput pihak keluarga untuk menjalani perawatan lanjutan di klinik.
Informasi terakhir saat masih berada di Puskesmas Anggrek menyebutkan kondisi Rixon Tahir mulai membaik. Ia sudah dalam keadaan sadar dan dapat duduk untuk minum, meskipun masih merasakan nyeri akibat benturan saat kecelakaan terjadi.
Kabar duka tersebut segera menyebar di lingkungan pendidikan Kecamatan Anggrek. Ketua PGRI Cabang Anggrek, Merlina Doke, langsung menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara, Irwan Abudi Usman, untuk menyampaikan informasi musibah tersebut.
Melalui sambungan telepon, Dr. Irwan meminta agar korban tetap dibawa ke fasilitas kesehatan guna memastikan keterangan medis secara resmi. Jenazah almarhumah kemudian dievakuasi warga dari lokasi kejadian dan dibawa ke Puskesmas Anggrek sebelum dipulangkan ke rumah duka di Desa Helumo.
Saat Dr. Irwan tiba di Puskesmas Anggrek, jenazah almarhumah telah lebih dahulu dibawa pihak keluarga sehingga dirinya tidak sempat melihat langsung di fasilitas kesehatan tersebut. Setelah itu, Dr. Irwan bersama pengurus PGRI Cabang Anggrek menuju rumah duka untuk bertemu keluarga korban.
Dalam suasana penuh haru, dilakukan musyawarah bersama pemerintah setempat dan pihak keluarga, termasuk berkomunikasi dengan suami almarhumah yang sedang merantau di Ternate. Pertemuan tersebut membahas proses pemakaman serta kebutuhan keluarga yang tengah berduka.
Dr. Irwan kemudian mengambil alih berbagai kebutuhan pengurusan jenazah hingga proses pemakaman berlangsung. Pengurus PGRI Cabang Anggrek turut membantu seluruh rangkaian prosesi sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhumah.
Sebagai ungkapan duka dan penghormatan, PGRI Cabang Anggrek menggelar Apel Persada pada Kamis malam di Desa Helumo. Apel dipimpin Kepala SDN 12 Anggrek Herman Bunuiyo, sedangkan pembina apel dipercayakan kepada Korwil Pendidikan Anggrek, Harun Alrasyid Saini.
Suasana haru menyelimuti pelaksanaan apel ketika para guru berdiri khidmat mengenang pengabdian almarhumah. Banyak rekan sejawat tampak menundukkan kepala saat doa bersama dipanjatkan untuk guru yang wafat sepulang menjalankan tugas mengajar.
Ketua PGRI Cabang Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara, Merlina Doke, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian almarhumah.
โKami keluarga besar PGRI Cabang Anggrek turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu Hasnia Lahmudin. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,โ ujar Merlina Doke.
Merlina juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara, Dr. Irwan Abudi Usman, yang telah hadir dan membantu langsung proses pengurusan jenazah hingga pemakaman.
โKami mewakili keluarga besar PGRI Cabang Anggrek mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Irwan Abudi Usman atas perhatian, kepedulian, dan bantuan yang diberikan sejak awal kejadian hingga proses pemakaman selesai. Terima kasih juga kepada seluruh anggota PGRI Cabang Anggrek dan masyarakat yang telah berpartisipasi, membantu, serta mendoakan almarhumah,โ tambahnya.
Sekitar pukul 20.00 WITA, Hasania Lahmudin dimakamkan di pekuburan keluarga di Desa Helumo. Kehadiran para guru, masyarakat, dan kerabat menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan dalam menghadapi kehilangan mendadak tersebut.
Sebelum bertugas di SDN 9 Anggrek, Hasnia Lahmudin dikenal aktif memimpin lembaga Pendidikan Anak Usia Dini dan memiliki dedikasi tinggi dalam mendidik generasi muda di Kecamatan Anggrek.
Kepergian almarhumah menjadi pengingat tentang besarnya perjuangan para guru di daerah pelosok. Di balik jalan pegunungan yang curam dan perjalanan panjang yang ditempuh setiap hari, tersimpan ketulusan para pendidik yang terus mengabdi demi masa depan anak-anak bangsa.
- Penulis: S. Ishak, S.Pd.SD
- Editor: Redaksi



Saat ini belum ada komentar