Karya Bakti Koramil 1314-01/Kwandang Warnai Pantai Monano
- account_circle S. Ishaq, S.Pd.SD
- calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
- visibility 97
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) diwujudkan melalui kegiatan karya bakti yang digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026, pukul 08.00 Wita, di Pantai Monano, Desa Monano, Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, mahasiswa, pelajar, perusahaan, serta masyarakat setempat sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan pesisir dan laut.
Hadir dalam kegiatan itu Danramil 1314-01/Kwandang Kapten Inf Ida Bagus P, Pasi Intel Dim 1314/Gorut Kapten Inf Hidayat Nurcahyo, Danpos Lanal Anggrek Letda Laut (PM) Hendro, Camat Monano Abdullah Kadir, serta Bhabinkamtibmas Monano Bripka Anwar.
Selain itu, karya bakti juga diikuti Kepala Desa Monano Herhandes Ohihiya, perwakilan PT HTI Monano Jumaidi, personel Kodim 1314/Gorut, mahasiswa Universitas Gorontalo, siswa SDN 1 Monano, siswa SDN 4 Monano, dan masyarakat sekitar pantai.
Dalam sambutannya, Danramil 1314-01/Kwd Kapten Inf Ida Bagus P menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar membersihkan sampah di kawasan pantai.
“Kegiatan yang kita lakukan hari ini bukan hanya sekadar membersihkan sampah yang berserakan, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian kita terhadap lingkungan dan warisan untuk generasi mendatang,” ujar Kapten Ida Bagus.
Ia juga menekankan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen untuk terus bersinergi dengan masyarakat di wilayah binaan.
“Kehadiran kami di sini adalah wujud dari komitmen TNI untuk selalu bersinergi dengan rakyat. Sesuai dengan slogan kita, ‘TNI Bersama Rakyat, Rakyat Kuat’,” katanya.
Lebih lanjut, Danramil mengajak seluruh komponen masyarakat agar kegiatan serupa tidak berhenti hanya pada momentum tersebut, melainkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Saya mengajak seluruh komponen masyarakat dan aparatur desa agar aksi ini bisa dijadwalkan secara rutin, setidaknya seminggu sekali atau secara berkala, untuk mencegah penumpukan sampah di kemudian hari,” ungkapnya.
Menurutnya, kebersihan pantai tidak hanya berdampak pada kesehatan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Pantai yang bersih akan menarik lebih banyak wisatawan yang tentu meningkatkan perekonomian warga lokal, sekaligus mencegah munculnya sarang penyakit, terutama di masa peralihan musim,” tambahnya.
Kegiatan karya bakti Gerakan Indonesia Asri tersebut berakhir pada pukul 09.00 Wita dan berlangsung aman serta terkendali, sebagai upaya nyata menjaga pantai dan laut dari ancaman polusi.
- Penulis: S. Ishaq, S.Pd.SD
- Editor: Redaksi



Saat ini belum ada komentar