Kesbangpol Gorontalo Utara Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Guna Mencegah Konflik Sosial
- account_circle S. Ishaq, S.Pd.SD
- calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
- visibility 72
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KWANDANG, Gorutnews.com – Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Kabupaten Gorontalo Utara, Ismail Pakaya, memberikan materi strategis mengenai pencegahan konflik sosial di Aula Damai Bersatu, Selasa (31/3/2026).
Ismail menjelaskan bahwa secara geografis, Gorontalo Utara memiliki kerawanan karena garis pantai sepanjang 317 kilometer yang berbatasan langsung dengan provinsi tetangga. Dalam paparannya, ia mengungkapkan bahwa sejarah konflik di daerah tersebut didominasi oleh persoalan lahan, khususnya Hutan Tanaman Industri (HTI), serta dinamika sosial di objek vital nasional seperti Pelabuhan Anggrek.
“Historis konflik yang pernah terjadi di Kabupaten Gorontalo Utara sejak berdiri tahun 2007 sampai sekarang itu berbagai macam persoalan, di antaranya terkait dengan konflik lahan HTI,” ujar Ismail.
Ia menekankan bahwa konflik sering kali bermula dari unit terkecil, yaitu rumah tangga, akibat faktor ekonomi. Stabilitas domestik dinilai sangat berpengaruh terhadap kondisi keamanan wilayah secara makro di Gorontalo Utara.
“Konflik besar itu bisa terjadi mulai dari konflik kecil. Dari mana? Dari rumah tangga. Di Gorontalo Utara proses perceraian sangat tinggi sekali, itu diakibatkan karena ekonomi,” tegas Ismail dalam materinya.
Ismail juga menyoroti dampak situasi global, seperti ketegangan di Timur Tengah yang berimbas pada kenaikan harga kebutuhan pokok. Hal ini memicu keresahan masyarakat yang berpotensi menjadi bibit konflik jika tidak segera diredam.
Menurutnya, masyarakat harus memiliki kesadaran sebelum konflik pecah secara terbuka di hadapan publik. Ekspresi emosi negatif seperti kecemasan dan kemarahan harus dikelola melalui komunikasi yang baik antar seluruh elemen warga.
“Sebelum terjadi, kita harus mesti sadar duluan. Ada aspek tampilan di depan publik bahwa telah terjadi mobilisasi, serta aspek emosi negatif seperti marah-marah, cemas, dan takut,” tambahnya menjelaskan teori konflik.
Kegiatan ini diharapkan mampu membekali masyarakat dengan kemampuan deteksi dini terhadap potensi ancaman keamanan. Kesbangpol berkomitmen terus melakukan pengawasan dan mencari solusi bersama atas setiap sengketa lahan yang masih berjalan.
- Penulis: S. Ishaq, S.Pd.SD
- Editor: Redaksi



Saat ini belum ada komentar