Tata Cara Sholat Jenazah, Lengkap dengan Niat, Bacaan, dan Doa
- account_circle Ibnu Ishaq, S.Pd.SD
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sholat jenazah merupakan salah satu kewajiban umat Islam terhadap sesama Muslim yang meninggal dunia. Pelaksanaannya berbeda dengan sholat lima waktu karena tidak disertai gerakan rukuk, sujud, maupun duduk tasyahud. Sholat ini dilakukan dengan berdiri dan empat kali takbir, yang diikuti bacaan serta doa untuk memohon ampunan dan rahmat Allah SWT bagi orang yang telah meninggal.
Hukum sholat jenazah adalah fardu kifayah, yakni kewajiban bersama umat Islam yang gugur apabila telah dilaksanakan oleh sebagian orang. Oleh karena itu, mengetahui niat, bacaan, dan tata cara sholat jenazah menjadi hal penting agar ibadah ini dapat dilaksanakan dengan benar.
Rukun dan Tata Cara Shalat Jenazah
Rukun dan tata cara shalat jenazah telah dijelaskan para ulama dalam kitab-kitab fiqh, di antaranya adalah Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Kasyifatus Saja Syarah Safinatun Naja (Indonesia, Daru Ihya’il Kutubil Arabiyyah: t.t), h. 103-105. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa rukun shalat jenazah ada 7 (tujuh), yaitu (1) niat, (2) takbir empat kali, (3) berdiri bagi yang mampu, (4) membaca Al-Fatihah, (5) membaca shalawat, (6) mendoakan mayit, dan (7) salam.
- Niat
Saat melaksanakan shalat jenazah, seorang muslim harus melafalkan niat di dalam hati yang berbarengan dengan pelaksanaan takbiratul ihram. Niat shalat jenazah tidak perlu menyebutkan nama orang yang akan dishalatkan. Adapun lafal niat shalat jenazah adalah sebagaimana berikut:
Niat untuk jenazah laki-laki:
أُصَلِّي عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ (اِمَامًا / مَأْمُوْمًا) فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli ‘ala hadzal-mayyiti arba‘a takbiratin (imaman/ma’muman) fardha kifayatin lillahi ta‘ala.
Artinya: “Aku niat shalat atas jenazah (laki-laki) ini empat kali takbir (menjadi imam/makmum) fardhu kifayah karena Allah Ta‘ala.”
Niat untuk jenazah perempuan:
أُصَلِّي عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ (اِمَامًا / مَأْمُوْمًا) فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli ‘ala hadzihil-mayyitati arba‘a takbiratin (imaman/ma’muman) fardha kifayatin lillahi ta‘ala.
Artinya: “Aku niat shalat atas jenazah (perempuan) ini empat kali takbir (menjadi imam/makmum) fardhu kifayah karena Allah Ta‘ala.”
- Berdiri
Sebagaimana shalat pada umumnya, dalam melaksanakan shalat jenazah pun diharuskan berdiri bagi yang mampu. Hanya saja ada perbedaan yang cukup mencolok, yakni di dalam shalat jenazah hanya berdiri dan tidak ada ruku, sujud, maupun duduk tasyahud.
- Takbir Pertama dan Membaca Al-Fatihah
Takbir dalam shalat jenazah dilakukan sebanyak empat kali secara berurutan. Setiap selesai takbir dilanjutkan dengan melafalkan bacaan dan doa yang berbeda, yaitu sebagaimana berikut:
Setelah takbir pertama membaca surat Al-Fatihah:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ﴿١﴾ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ﴿٢﴾ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ﴿٣﴾ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ ﴿٤﴾ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ ﴿٥﴾ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ﴿٦﴾ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّينَ ﴿٧
Bismillahir-rahmanir-rahim (1), al-hamdu lillahi rabbil-‘alamin (2), ar-rahmanir-rahim (3), maliki yaumid-din (4), iyyaka na‘budu wa iyyaka nasta‘in (5), ihdinas-shirathal-mustaqim (6), shirathal ladzina an‘amta ‘alaihim ghairil-maghḍubi ‘alaihim walad-dhallin (7).
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (1). Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (2). Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (3). Pemilik hari Pembalasan (4). Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan (5). Bimbinglah kami ke jalan yang lurus (6). (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat (7).”
- Takbir Kedua dan Membaca Shalawat
Setelah takbir kedua membaca shalawat Nabi:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad, wa ‘ala ali sayyidina Muhammad.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad.”
Shalawat versi lengkap:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad kama shallaita ‘ala sayyidina Ibrahim wa ‘ala ali sayyidina Ibrahim, wa barik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad, kama barakta ‘ala sayyidina Ibrahim wa ‘ala ali sayyidina Ibrahim, fil-‘alamina innaka hamidun majid.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Ibrahim. Dan limpahkanlah keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Ibrahim. Di seluruh alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”
- Takbir Ketiga dan Membaca Doa
Doa untuk jenazah laki-laki:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ
Allahumma-ghfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa‘fu ‘anhu wa akrim nuzulahu, wa wassi‘ madkhalahu.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, dan lapangkanlah kuburnya.”
Doa versi lengkap:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Allahumma-ghfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa‘fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi‘ madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i wats-tsalji wal-baradi, wa naqqihi min al-khathaya kama naqqaitats-tsawbal-abyadha minad-danas, wa abdilhu daran khayran min darihi, wa ahlan khayran min ahlihi, wa zawjan khayran min zawjihi, wa adkhilhul-jannata, wa a‘id-hu min ‘adzabil-qabri wa ‘adzabin-nar.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah kuburnya, bersihkanlah dia dengan air, salju, dan embun. Sucikanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau menyucikan pakaian putih dari kotoran. Gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan pasangannya dengan pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka.”
Doa untuk jenazah perempuan:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا
Allahumma-ghfir laha warhamha wa ‘afiha wa‘fu ‘anha wa akrim nuzulaha, wa wassi‘ madkhalaha.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, dan lapangkanlah kuburnya.”
Doa versi panjang:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا، وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Allahumma ighfir laha, warḥamha, wa ‘afiha, wa‘fu ‘anha. Wa akrim nuzulaha, wa wassi‘ madkhalaha, waghsilha bil-ma’i wats-tsalji wal-baradi. Wa naqqiha minal-khaṭaya kama naqqaytats-tsawbal-abyadha minad-danas. Wa abdilha daran khayran min dariha, wa ahlan khayran min ahliha, wa zawjan khayran min zawjiha. Wa adkhilhal-jannata, wa a‘idhha min ‘adzabil-qabri wa ‘adhabin-nar.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah kuburnya, bersihkanlah dia dengan air, salju, dan embun. Sucikanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau menyucikan pakaian putih dari kotoran. Gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan pasangannya dengan pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka.”
- Takbir Keempat dan Membaca Doa
Doa untuk jenazah laki-laki:
اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّ بَعْدَهُ وَاغْفِرْلَناَ وَلَهُ
Allahumma la tahrimna ajrahu wa la taftinna ba’dahu waghfir lana wa lahu
Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau haramkan kami dari pahalanya, dan jangan Engkau timpakan fitnah kepada kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan dia.”
Doa untuk jenazah perempuan:
اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهَا
Allahumma la tahrimna ajraha wa la taftinna ba‘daha, waġhfir lana wa laha.
Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau haramkan kami dari pahalanya, dan jangan Engkau timpakan fitnah kepada kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan dia.”
- Salam
Setelah rangkaian dilaksanakan kemudian ditutup dengan mengucapkan salam dengan menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Artinya: “Semoga keselamatan, kasih sayang, dan keberkahan dari Allah tercurah atas kalian”.
Penutup
Sholat jenazah menjadi salah satu bentuk tanggung jawab umat Islam terhadap saudara seiman yang telah meninggal dunia. Melalui sholat ini, kaum Muslimin memohonkan ampunan, rahmat, dan kebaikan bagi orang yang telah berpulang kepada Allah SWT.
Dengan memahami urutan niat, empat kali takbir, bacaan Al-Fatihah, shalawat, doa untuk jenazah, dan salam, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan sholat jenazah dengan lebih baik dan sesuai tuntunan fikih yang dipelajari.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Penulis Ibnu Ishaq, S.Pd.SD
Ibnu Ishaq, S.Pd.SD., Gr., C.VLD., C.SW adalah seorang pendidik yang memiliki ketertarikan pada jurnalistik, penulisan, dan dunia website. Secara mandiri mengelola beberapa situs, di antaranya Tahuda.com, sebagai media berbagi informasi.



Saat ini belum ada komentar