Begadang Hiasi Tolangga, Pemudi Karang Taruna Putiana Rela Tidur di Teras
- account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
- visibility 52
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PUTIANA – Malam belum benar-benar berakhir ketika Findriyanti Bobihu bersama sejumlah anggota Karang Taruna Desa Putiana masih sibuk menghiasi tolangga untuk perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Sejak 26 Agustus 2026, Findriyanti yang akrab disapa Findri bersama Nirmawati Aswadi, Sri Mulyani Pomalingo, Susanti Kau dan Risna Ariji mulai mengerjakan hiasan tolangga hingga larut malam.
Kertas warna-warni menjadi salah satu bahan utama untuk mempercantik tampilan tolangga. Mereka juga menyiapkan kue tradisional Gorontalo seperti kolombengi, wapili dan sukade, serta berbagai makanan ringan atau snack.
Kue-kue tersebut terlebih dahulu dimasukkan ke dalam plastik, kemudian digantung satu per satu pada bagian tolangga. Pekerjaan sederhana itu membutuhkan ketelitian agar susunan hiasan terlihat rapi dan menarik.
Kesibukan bahkan berlanjut hingga larut malam. Bukan hanya rasa lelah yang mereka hadapi, para pemudi Karang Taruna tersebut juga harus memastikan tolangga yang sudah dihias tetap aman hingga waktu dibawa ke masjid.
Mereka bahkan memilih tidur di teras rumah Findriyanti. Bukan tanpa alasan, mereka sengaja tetap berada dekat tolangga untuk menjaganya agar tidak diobrak-abrik kucing.
“Capek memang, karena kami menghias sampai larut malam. Bahkan kami tidur di teras rumah supaya bisa menjaga tolangga, takut nanti diobrak-abrik kucing,” ujar Findri.
Perjuangan tersebut akhirnya terbayar ketika 27 Agustus 2026 tiba. Hari itu menjadi puncak perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Adha VII Desa Putiana, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara.
Para pemudi Karang Taruna kemudian mengangkat tolangga hasil karya mereka menuju masjid. Langkah mereka membawa serta hasil kerja keras yang dipersiapkan sejak malam sebelumnya.
Bagi Findri, keterlibatan tahun ini menjadi pengalaman yang membanggakan karena dirinya bersama anggota Karang Taruna lainnya akhirnya dapat ikut berpartisipasi dalam perayaan Maulid di desa mereka.
“Alhamdulillah, tahun ini kami bisa ikut berpartisipasi dalam perayaan Maulid di Masjid Al-Adha Desa Putiana. Walaupun harus menghias sampai larut malam, rasanya senang karena hasil karya kami bisa ikut menjadi bagian dari perayaan,” kata Findri.
Tolangga tersebut akhirnya menjadi lebih dari sekadar hiasan dalam perayaan. Di balik setiap kue yang digantung dan kertas warna-warni yang tertata, tersimpan cerita tentang kekompakan, kelelahan, kepedulian dan semangat para pemudi Karang Taruna dalam menjaga tradisi Maulid di Desa Putiana.
- Penulis: S. Ishak, S.Pd.SD
- Editor: Redaksi



Saat ini belum ada komentar