Buka Festival Apangi Tolotio, Sekda Sugondo Makmur Takjub Warga Gotong Royong Siapkan 15.000 Kue
- account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
- calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
- visibility 62
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
GORUTNEWS.COM, GORONTALO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya pelaksanaan Festival Apangi II yang digelar di Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Sabtu (4/7/2026).
Mewakili Bupati Gorontalo, Sugondo menilai festival ini bukan sekadar ajang pelestarian budaya lokal, melainkan juga wadah nyata untuk memperkuat semangat gotong royong sekaligus syiar Islam dalam momentum sakral peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah.
Sugondo hadir membaur bersama sejumlah pejabat daerah, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Manaf Abidin Hamzah, unsur Forkopimcam Tibawa, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Kedatangannya disambut oleh ribuan warga yang memadati kawasan festival sebelum ia membuka acara tersebut secara resmi.
Mengawali sambutannya, Sugondo menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Gorontalo yang berhalangan hadir secara langsung di lokasi acara.
“Pak Bupati sebenarnya sangat ingin hadir bersama masyarakat Tolotio. Namun pada saat yang sama beliau harus mengikuti kegiatan APKASI di Medan. Karena itu, beliau bersama Pak Wakil Bupati menitipkan salam hangat kepada seluruh masyarakat Desa Tolotio,” ujar Sugondo.
Simbol Cahaya dan Makna Filosofis Apangi
Sugondo mengaku sangat terkesan melihat atmosfer perayaan yang berlangsung syahdu di bawah terangnya langit malam Desa Tolotio.
“Ketika saya mulai menyampaikan sambutan, bulan sedang terbit dengan indah. Bagi saya, itu menjadi pertanda hadirnya cahaya bagi Desa Tolotio,” katanya disambut tepuk tangan warga.
Ia menambahkan, esensi 10 Muharram di desa ini tercermin kuat dari filosofi kuliner tradisional yang disajikan kepada para pengunjung.
“Semangat kebersamaan masyarakat diwujudkan seputih apangi yang melambangkan ketulusan, dan semanis gula merah yang melambangkan kasih sayang,” tutur Sugondo.
Bentuk Ikhtiar dan Sedekah Warga Petani
Lebih lanjut, Panglima ASN Kabupaten Gorontalo ini menilai tradisi membagikan kue khas daerah ini memiliki nilai spiritual yang tinggi bagi ketahanan masyarakat.
“Masyarakat Tolotio memahami bahwa bersedekah melalui apangi merupakan bentuk ikhtiar untuk memperoleh keberkahan. Semoga setiap butir beras yang diolah menjadi amal yang dibalas Allah SWT dengan rezeki berlipat ganda, khususnya bagi para petani di sini,” ucapnya.
Sugondo juga mengingatkan ribuan pengunjung yang hadir mengenai nilai sejarah penting dari 10 Muharram yang dikenal sebagai hari penuh keselamatan dan pertolongan bagi para nabi dalam ajaran Islam.
Puji Gerakan 50 Dasawisma hingga Aksi Sosial Kades
Kekuatan swadaya masyarakat Tolotio menjadi hal yang paling disorot oleh Sekda Kabupaten Gorontalo ini. Ia kagum melihat kekompakan 50 kelompok Dasawisma yang mampu menyajikan 15.000 kue apangi secara gratis.
“Tidak mudah menggerakkan 50 Dasawisma untuk menyiapkan ribuan apangi. Namun masyarakat Tolotio berhasil membuktikan bahwa semangat gotong royong mereka masih sangat kuat,” ujarnya bangga.
Dirinya berharap, agenda ini ke depan tidak hanya berputar di tingkat desa saja, melainkan digarap menjadi festival budaya berskala lebih luas yang memikat wisatawan se-Kabupaten Gorontalo.
Tak lupa, Sugondo juga memuji inovasi Kepala Desa Tolotio, Sandra Jafar Biu, yang menyelipkan aksi sosial berupa pembagian bantuan seragam sekolah bagi 20 anak dari keluarga kurang mampu di sela-sela acara.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gorontalo, saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa beserta seluruh aparat dan masyarakat atas kreativitas, inovasi, serta kepeduliannya. Program seperti ini memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” Tutup Sugondo sebelum mengetuk mik tanda dibukanya acara secara resmi.
- Penulis: S. Ishak, S.Pd.SD
- Editor: Redaksi



Saat ini belum ada komentar