Inilah Keutamaan Malam Idul Fitri yang Banyak Dilupakan
- account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
- calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
- visibility 141
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Malam Idul Fitri dikenal sebagai malam jaaizah, yaitu malam penganugerahan hadiah dari Allah Subhanahu wata’ala kepada hamba-hamba-Nya. Pada malam tersebut, berbagai nikmat dan rahmat diberikan sebagai balasan atas ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadan.
Karena itu, seorang muslim dianjurkan menghargai malam tersebut dengan memperbanyak ibadah. Namun dalam kenyataannya, banyak orang justru disibukkan dengan berbagai persiapan hari raya sehingga malam yang mulia itu sering berlalu hanya dengan rasa letih dan kantuk.
Padahal, malam Idul Fitri merupakan kesempatan berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa siapa saja yang menghidupkan malam Idul Fitri dan Idul Adha dengan ibadah, maka hatinya tidak akan mati ketika hati manusia lainnya mati.
Maksud dari hadis tersebut adalah ketika berbagai fitnah dan kemaksiatan membuat hati manusia menjadi keras dan mati, hati orang yang menghidupkan malam tersebut dengan ibadah tetap hidup dan dipenuhi cahaya keimanan.
Dalam riwayat lain, Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan bahwa siapa saja yang bangun beribadah pada lima malam karena Allah, maka ia berhak memperoleh surga. Lima malam itu adalah malam Tarwiyah (8 Dzulhijjah), malam Arafah (9 Dzulhijjah), malam Nahr (10 Dzulhijjah), malam Idul Fitri (1 Syawal), dan malam Nisfu Sya’ban (15 Sya’ban).
Para fuqaha juga menjelaskan bahwa dianjurkan untuk menghidupkan dua malam hari raya, yaitu malam Idul Fitri dan malam Idul Adha. Malam tersebut merupakan waktu yang penuh keberkahan dan kesempatan untuk memperbanyak doa, zikir, serta ibadah lainnya.
Disebutkan pula oleh para ulama, termasuk Imam Syafi’i, bahwa terdapat beberapa malam yang sangat mustajab untuk berdoa. Di antaranya adalah malam Jumat, dua malam hari raya, malam awal bulan Rajab, serta malam pertengahan bulan Sya’ban.
Sebagian ulama juga mengingatkan bahwa malam Jumat pada bulan Ramadan memiliki keutamaan tersendiri. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan menghidupkan malam tersebut dengan ibadah, karena malam Jumat dikenal sebagai waktu yang penuh berkah dan kemuliaan.
Namun demikian, terdapat pula hadis yang melarang mengkhususkan ibadah hanya pada malam Jumat saja. Karena itu, para ulama menyarankan agar selain malam Jumat, seorang muslim juga memperbanyak ibadah pada malam-malam lainnya.
Semoga pada malam-malam yang penuh keberkahan ini, kita semua diberi kesempatan untuk memperbanyak ibadah, memohon ampunan, serta meraih rahmat Allah Subhanahu wata’ala. Dan semoga doa-doa yang dipanjatkan pada malam-malam tersebut dikabulkan oleh-Nya.
- Penulis: S. Ishak, S.Pd.SD
- Editor: Redaksi



Saat ini belum ada komentar