Sajikan 15.000 Kue Gratis dan Bagi-bagi Seragam Sekolah, Festival Apangi Tolotio Berlangsung Meriah
- account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
- calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
- visibility 226
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
GORUTNEWS.COM, TOLOTIO – Kepala Desa Tolotio, Sandra Jafar Biu, menegaskan bahwa gelaran Festival Apangi II bukan sekadar perayaan kuliner tradisional semata.
Acara tahunan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat gotong royong, mempererat tali silaturahmi, sekaligus menyemarakkan syiar peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah.
Hal tersebut disampaikannya di sela-sela kesibukan melayani warga di stan penukaran kupon hingga saat menyampaikan laporan panitia di panggung utama Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (4/7/2026).
Sebelum acara resmi dibuka, suasana di lokasi sudah tampak padat. Sandra terlihat sibuk melayani warga yang silih berganti mengantre demi mendapatkan kupon gratis yang nantinya ditukarkan dengan kue apangi.

“Alhamdulillah, Pemerintah Desa Tolotio bersama Remaja Masjid Asy-syarif dan Dasawisma se-Desa Tolotio kembali melaksanakan Festival Apangi yang kedua dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah,” ujar Sandra kepada awak media.
Bagi-bagi Bantuan Seragam Sekolah Lewat APBDes
Ada yang menarik dalam festival budaya kali ini. Pemerintah Desa Tolotio turut memanfaatkan momentum berkumpulnya warga untuk menyalurkan aksi sosial berupa bantuan pendidikan.
Secara simbolis, pemerintah desa menyerahkan bantuan seragam sekolah yang bersumber dari dana APBDes kepada 20 siswa sekolah dasar dari keluarga kurang mampu.
“Kami berharap bantuan ini dapat membantu anak-anak tetap bersekolah dan menjadi bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkap Sandra.
Acara yang berlangsung meriah ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Manaf Abidin Hamzah, unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga ribuan pengunjung.
Hasil Swadaya Warga, Siapkan 15.000 Kue Apangi
Sandra membeberkan bahwa seluruh pembiayaan dan operasional Festival Apangi II ini murni lahir dari swadaya masyarakat sendiri.
Tercatat ada 50 kelompok Dasawisma yang terlibat aktif mendirikan stan pameran. Kolaborasi luar biasa ini berhasil menyajikan sedikitnya 15.000 kue apangi untuk dinikmati pengunjung secara cuma-cuma.
“Pelaksanaan kegiatan ini sepenuhnya hasil swadaya Dasawisma. Ada 50 Dasawisma dan semuanya ikut berpartisipasi. Ini bukti masyarakat memiliki semangat kebersamaan yang sangat kuat,” jelasnya.
Untuk memotivasi kreativitas warga, panitia juga menyiapkan penghargaan bagi 10 stan terbaik. Bahkan, stan yang berhasil menyabet juara pertama dilaporkan sukses menyajikan hingga 2.000 kue apangi secara mandiri.
Bakal Digelar 3 Hari Penuh Tahun Depan
Melihat kesuksesan dan antusiasme yang begitu masif, Pemerintah Desa Tolotio telah merancang konsep yang jauh lebih besar untuk pelaksanaan tahun depan.
Rencananya, festival tidak lagi digelar satu malam, melainkan diperpanjang menjadi rangkaian acara selama tiga hari penuh.
“Insyaallah tahun depan kami merencanakan kegiatan ini berlangsung selama tiga hari. Dua hari pertama akan diisi dengan MTQ tingkat desa, sedangkan malam puncaknya adalah Festival Apangi,” tutur Sandra optimistis.
Ia berharap, tradisi positif ini dapat terus dirawat oleh generasi muda sebagai identitas budaya yang membanggakan bagi Desa Tolotio.
- Penulis: S. Ishak, S.Pd.SD
- Editor: Redaksi



Saat ini belum ada komentar