Festival Tutulu Ke-9 Meriahkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Isimu
- account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
- calendar_month Senin, 15 Jun 2026
- visibility 107
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TIBAWA, Gorutnews.com – Ribuan masyarakat memadati kawasan Masjid Istiqomah, Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa, Senin malam, 15 Juni 2026, untuk mengikuti Gebyar Festival Tutulu Ke-9 dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Festival tahunan yang telah menjadi tradisi masyarakat Tibawa itu berlangsung meriah dengan memadukan nilai keagamaan, budaya, dan kebersamaan. Sejak sore hari, warga dari berbagai desa mulai berdatangan menuju lokasi kegiatan.
Rangkaian acara diawali dengan pawai obor yang diikuti siswa Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Tibawa. Para peserta mengenakan busana muslim sambil membawa obor sebagai simbol cahaya keimanan menyambut tahun baru Hijriah.

Pawai obor mengambil titik start dari Lapangan Basulapa, Desa Isimu Selatan, kemudian berjalan menuju Masjid Istiqomah sebagai pusat kegiatan. Cahaya obor yang berjejer sepanjang perjalanan menciptakan suasana religius dan penuh kekhidmatan.
Pelaksanaan festival dipusatkan di halaman Masjid Istiqomah yang dihiasi berbagai dekorasi bernuansa Islami. Janur kuning yang terpasang di sejumlah titik menambah semarak suasana perayaan Tahun Baru Islam.
Panitia juga menyiapkan panggung utama untuk kegiatan seremonial dan penampilan seni Islami. Sejumlah tenda didirikan guna menampung tamu undangan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah yang hadir.
Di sepanjang jalur menuju lokasi kegiatan, deretan stan pameran dipadati pengunjung. Berbagai kuliner khas, terutama kue cucur yang menjadi bagian penting tradisi Tutulu, menjadi daya tarik utama masyarakat.
Salah satu peserta yang turut berpartisipasi dalam stan pameran adalah Catering Li Bunga. Usaha kuliner tersebut bergabung bersama peserta lainnya untuk menyajikan hidangan bagi masyarakat yang hadir pada festival tahunan tersebut.
Owner Catering Li Bunga, Hj. Yatun Nani, mengaku bersyukur masih diberikan kesempatan menghadiri dan memeriahkan Festival Tutulu yang kembali digelar pada tahun ini.

Hj. Yatun Nani Owner Catering Li Bunga
“Alhamdulillah malam ini malam tahun baru Islam yang selalu kita rayakan di Kecamatan Tibawa dan alhamdulillah kita masih dipertemukan dalam keadaan sehat walafiat dan semoga ke depan lagi atau tahun depan lagi kita akan bertemu lagi di tempat yang sama dan juga dalam keadaan sehat walafiat” ujar Hj. Yatun Nani.
Selain pelaku usaha kuliner, festival juga diramaikan oleh berbagai usaha jasa masyarakat. Salah satunya usaha Perlengkapan Badut Ultah milik Nikma Husain yang ikut membuka stan dalam kegiatan tersebut.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena selain mempererat silaturahmi masyarakat, juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kecil untuk memperkenalkan produk dan jasa kepada masyarakat yang hadir,” kata Nikma Husain.
Untuk menjaga keteraturan pembagian kuliner, panitia menerapkan sistem penukaran kupon resmi. Pengunjung yang memperoleh kupon dapat menukarkannya di stan yang telah disediakan sehingga proses distribusi berlangsung tertib.
Festival Tutulu Ke-9 kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu tradisi keagamaan dan budaya yang mampu menyatukan masyarakat Tibawa. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus melestarikan warisan budaya lokal.
Melalui perpaduan nilai religius, tradisi, dan semangat kebersamaan, masyarakat berharap Festival Tutulu terus dilestarikan sebagai identitas budaya yang membanggakan dan tetap diwariskan kepada generasi mendatang.
- Penulis: S. Ishak, S.Pd.SD
- Editor: Redaksi



Saat ini belum ada komentar