Saat Gema Takbiran Mengantar Sang Guru Efendi Wadipalapa Pulang
- account_circle S. Ishak, S.Pd.SD
- calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
- visibility 406
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Isak Tangis dan Doa yang Dilangitkan
Harun kemudian mengajak seluruh hadirin menadahkan tangan, melangitkan permohonan terakhir di depan keranda jenazah. Setiap bait doa bersambut sahutan amin yang lirih dan bergetar dari para pelayat.
“Semoga almarhum ditempatkan di tempat yang paling indah di sisi Allah Subhanahu wa taala, diampuni segala dosa-dosanya, diterima segala amal baiknya, serta dilapangkan dan diterangi kuburnya,” doa Harun yang membuat tangis keluarga kembali pecah.
Menurut Harun, kepergian ini adalah kenyataan yang sangat berat dan menyentuh hati bagi keluarga besar yang ditinggalkan. Rasa kehilangan yang sama juga menjalar hebat di tubuh organisasi yang menaungi para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.
“Bukan hanya keluarga, kami sebagai warga Persatuan Guru Republik Indonesia sangat merasakan kepergian almarhum. Sekali lagi, kami dari pengurus PGRI Kecamatan Anggrek mengucapkan selamat jalan almarhum,” tutup Harun dengan mata berkaca-kaca.






- Penulis: S. Ishak, S.Pd.SD
- Editor: Redaksi



Saat ini belum ada komentar